150 Pemuda dari 21 Negara Nyatakan Siap Tingkatkan Toleransi di Masyarakat

Kamis, 02 November 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jombang –  Program ASEAN Touth Interfaith Camp (AYIC) 2017 yang digelar di Jombang, Jawa Timur diikuti oleh Sebanyak 150 pemuda dari 21 negara. Dalam program tersebut, para pemuda mancanegara ini berkesempatan untuk merasakan kehidupan sebagai anak santri.

AYIC 2017 mengangkat tema ‘Tolerance in Diversity for ASEAN and World Harmony’. Para pemuda dari negara anggota ASEAN dan mitra ASEAN berdiskusi dan berdialog mengenai bagaimana membangun toleransi di tengah keberagaman agama melalui tiga subtema yaitu toleransi, keseimbangan dan moderat.

“Masyarakat dalam Komunitas Sosial-Budaya ASEAN adalah jantung dari Komunitas ASEAN secara keseluruhan. Pemudalah yang akan menentukan perdamaian dan stabilitas di kawasan. Pemudalah yang juga akan memiliki kemampuan untuk menuntun rakyat menuju kemakmuran. Dan Pemudalah yang akan menikmati hasil keteguhan dan segala daya upaya. Hanya melalui dialog-lah kita bisa saling mengerti,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri A.M Fachir, membuka acara tersebut.

“Dengan semangat inilah, Indonesia telah berinisiatif untuk memajukan dialog lintas-agama sebagai ciri khas diplomasi. Untuk itulah, saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mendorong Anda sekalian menjadi duta perdamaian dan toleransi,” imbuhnya, seperti dikutip dari pernyataan Kementerian Luar Negeri yang diterima Metrotvnews.com, Senin 30 Oktober 2017.

AYIC 2017 merupakan kerjasama Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN, Kementerian Luar Negeri dengan Pusat Studi ASEAN Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang. Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan lembaga,institusi pendidikan di seluruh Indonesia untuk menyebarluaskan informasi atau kegiatan ASEAN melalui pembentukan pusat studi ASEAN (PSA). Saat ini, telah terdapat 46 pusat studi ASEAN di seluruh Indonesia.

AYIC 2017 bertujuan untuk mencegah intoleransi dan radikalisme, menyediakan akses informasi yang terkait dengan perbedaan praktik agama dan toleransi di ASEAN kepada para pemuda dan memperkenalkan toleransi dalam keberagaman di Indonesia.

Program AYIC 2017 berlangsung pada tanggal 28-30 Oktober 2017. Selama tiga hari, mereka mendapat pelajaran mengenai tiga subtema tersebut dari para pemuka agama di Indonesia dan juga pembicara lainnya, seperti KH. Yahya Cholil Staquf, Dr. Srawut Aree, Bhante Viriyanadi Mahathera dan Antonius Benny Susetyo Pr.

Para pemuda ini berasal dari Indonesia, Kamboja, Brunei Darussalam, Laos, Malaysia, Filipina, Viet Nam, Thailand, Singapura, Jepang, Pakistan, Madagaskar, Lithuania, Maroko, Mesir, Hongaria, Amerika Serikat, Tanzania, Korea Selatan, Libya, Belanda, dan Inggris. (ISNU)

Sumber: Harakatuna

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: