Inilah Metode Unik Dakwah Syekh Thahir Al Jazairi

Jum’at, 07 April 2017

ISLAMNUSANTARA.COM – Syekh Thahir bin Shalih Al Jazairi, adalah salah satu Tokoh Ulama yang terkenal di Indonesia, beliau dikenal melalui salah satu karyanya dalam disiplin ilmu tauhid berjudul Al-Jawahir Al-Kalamiyah. Kitab ini menjadi salah satu pelajaran wajib di kebanyakan Pesantren. Selain menulis kitab, ulama abad ke -19 berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah asal Damaskus, Syiria itu juga dikenal sebagai seorang dai besar di kawasan Timur Tengah.

Dalam bidang dakwah, Syekh Thahir Al Jazairi memiliki pendekatan dan cara tersendiri yang unik terutama saat menghadapi sasaran dakwah yang menentang ajakannya, atau ketika menangani orang-orang yang perbuatannya dianggap menyimpang dari norma-norma agama.

Sebagaimana dikisahkan oleh Syekh Ali  Thantawi, mantan Rektor Universitas Al Azhar Kairo, dalam bukunya berjudul Thuruqu Da’wah ilal Islam yang versi bahasa Indonesianya berjudul “Wajah Umat dan Potret Dakwah”, Thahir Al Jazairi tetap bersikap tawadhu’ (rendah hati) saat menghadapi orang lain yang tidak sejalan dengan pemikirannya.

Meski demikian, di lain waktu Syekh Thahir Al Jazairi akan kembali mendatangi orang tersebut dengan membawa buku karangannya sendiri atau karya orang lain yang topik isinya tentang hal yang diragukan atau dibantah orang itu. Diberikanlah buku ini kepadanya dengan harapan materi di dalamnya bisa meluruskan dan membenarkan kesalahanpemahaman orang itu dengan tanpa disadarinya. Kepada orang yang berbeda pendapat ini Syekh Thahir akan berkata sebagai berikut:

“Sesungguhnya aku telah menemukan buku ini di perpustakaanku. Namun aku tidak mengerti isinya. Aku akan sangat senang bila kamu mau membacanya terlebih dahulu. Kemudian setelah selesai tolong beritahukan padaku apakah buku ini berguna untukku, sehingga aku bisa membacanya. Ataukah buku ini mungkin membahayakan bagi akidah sehingga akan kuhindari.”

Setelah kitab diterima, lalu Syekh Thahir meninggalkan kitab itu selama beberapa hari supaya orang itu membacanya. Akhirnya, kata Ali Thanthawi, beberapa hari kemudian orang yang dikasih buku tersebut sudah kembali ke jalan yang benar dan menyadari kesalahannya selama ini.

Begitulah di antara metode dakwah khas yang dipraktikkan Syekh Thahir Al Jazairi, terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, bagaimanapun cara demikian memberi sumbangan dalam memperkaya ragam metode para juru dakwah dalam menyampaikan pesan pesan ajaran Islam di tengah umat islam yang plural. Juga ia telah memberi contoh teladan tentang bagaimana berdakwah secara bijak dan damai. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: