Akibat Tak Paham Agama, Intoleran Selalu Menuduh Kelompok Lain Sesat dan Bid’ah

Selasa, 03 Oktober 2017

ISLAMNUSANTARA.COM – Sudah menjadi kebiasaan kelompok intoleran menuduh kelompok lain yang tidak sepaham sebagai ahli bid’ah. Tak terkecuali tuduhan terhadap NU. Dengan jargon kembali ke sunnah, seolah mereka menempatkan diri sebagai kelompok paling islam. Sedangkan kelompok lain tidak dinilai tidak sesuai dengan islam.

Salah satu aktifis NU Agus Zamzam menilai, tuduhan bid’ah kempok intoleran terhadap kelompok lain seperti NU karena kesalahpahaman dalam memahami agama. Dalam proses mencetuskan hukum menggunakan dalil-dalil Al Qur’an secara “membabi buta” dan tidak menggunakan kaidah-kaidah Ushul Fiqih.

”Golongan intoleran tidak memakai Ushul Fiqih sebagai metodologi memahami  syariat. Makanya  ngawur terus,” ujar Agus dalam grup diskusi dutaislam#01, Senin (02/09/2017)

Karena tidak menggunakan metode Ushul Fiqih dalam memahami syariat, kata Agus, pemahaman soal syariat Islam tidak komprehensif. Dengan pemahaman yang mereka yakini, mereka lantas menuduh bid’ah kepada kelompok lain yang tidak sepaham seperti NU.

”Mereka malah mengira NU tidakmemahami syariat yang imbasnya NU disebut sebagai ahli bid’ah,” katanya.

Pemahaman mereka ini menurut Aktifis NU Mudi dikemas dalam bahasa propaganda tertentu. Misalnya, mereka sering menggunakan kata sunnah untuk fiqihnya. Bahasa propaganda tersebut akan berakibat pada munculnya persepsi pemahaman NU tidak berdasarkan Al Qur’an dan hadis. Akibatnya, orang awam NU sendiri menjadi bisa menjadi jauh dengan NU.

Kondisi ini mau tidak mau harus disikapi oleh NU sendiri. “Citra keislaman dan keumatan NU perlu kita perkuat. Sehingga posisi NU sebagai pemimpin umat semakin mantab,” katanya. (ISNU)

Sumber: Dutaislam

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: