ANSOR Mataram, PMII Solo Bentengi Islam Nusantara Dari Gerakan Radikal

Islamnusantara.com – Menurut informasi yang ada bahwa Solo dan Mataram adalah rumah dan sekaligus kantong gerakan-gerakan radikal di Indonesia selain kota Malang, Lamongan, mereka merapatkan barisan untuk membentengi NKRI dari arus gerakan radikal yang semakin dahsyat.

Pola pengkaderan gerakan radikal banyak menyasar kepada generasi muda, membuat para kader PMII, sebagai salah satu komponen kader muda Nahdliyin, perlu ikut terlibat dalam mewaspadai dan mencegah perkembangan gerakan tersebut.

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Tengah, Ibnu Aqil, pada acara pelantikan pengurus cabang dan komisariat PMII Kota Surakarta di Gedung FKIP UNS.

PMII Solo“Khususnya di Kota Solo ini, para kader PMII mesti ikut terlibat dalam upaya mewaspadai gerakan radikalisme,” tegas Aqil.

Sementara itu, Ketua Umum PMII Cabang Kota Surakarta Ahmad Rodif mengatakan terkait upaya pencegahan gerakan radikalisme di kalangan mahasiswa, dapat dilakukan dengan cara mendorong kader PMII agar ikut aktif di masjid kampus.

“Masjid kampus perlu kita masuki. Selama ini, masjid kampus seakan jadi ruang hampa, justru jadi lahan pembibitan radikalisme,” ujarnya.

Dalam orasinya, Rodif juga menegaskan di era sekarang PMII mesti bisa mengambil posisi strategis serta mampu membaca perkembangan zaman.

“Semisal dalam persoalan adanya “bonus demografi” yang dapat menjadi bermanfaat kalau dapat kita kelola dengan baik, atau dapat sebaliknya,” kata dia.

Turut hadir dalam acara pelantikan tersebut, Ketua IKA PMII Solo Chamim Irfani dan Syuriyah PCNU Sukoharjo Ahmad Hafidh.

Sedangkan di kota Mataram NTB juga di ada deklarasi bersama gerakan anti radikalisme yang ditandai dengan penandatanganan dan pembacaan naskah ikrar untuk membangun komitmen bersama anti dari segala bentuk radikalisme.

Deklarasi bersama yang diprakarsai oleh Gerakan Ansor NTB, juga didukung oleh pihak Kepolisian dan TNI ini, dilaksanakan di Ponpes Al-Mansyuriah Ta’limussibyan Bonder Kecamatan Praya Barat, pada Senin (15/6/2015).

Deklarasi MataramDihadiri oleh Ketua NU NTB Drs TGH Ahmad Taqiudin Mansyur MPdI, TGH Syamsul Hadi, Pimpinan Wilayah GP Ansor NTB Husni Abidin, Badan Otonom NU seperti Muslimat NU NTB, Fatayat NTB, Satkorwil Banser NTB, Pagar Nusa NTB, IPNU NTB, IPPNU NTB dan PKC PMII NTB serta serta para tokoh pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Sedangkan dari pihak Kepolisian hadir Dirbinmas Kombes Pol Suwarto SH MH mewakili Polda NTB, Kapolres Loteng AKBP Nuroddin SIK, dan dari pihak TNI yaitu hadir Dandim Praya yang diwakili Kapten Abdul Razak.

Sebelum penandatanganan naskah bersama gerakan anti radikalisme, terlebih dahulu isi naskah ikrar dibacakan oleh Ketua Pagar Nusa NTB, Murakip Usman KH.

Berikut isi dari naskah bersama gerakan anti radikalisme :

Pertama, kami menolak setiap gerakan radikalisme dalam bentuk apapun diseluruh penjuru Nusantara khususnya di NTB, karena bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Kedua, kami menolak segala bentuk kegiatan apapun yang berhubungan dengan gerakan radikalisme, sebab bertentangan dengan nilai-nilai agama dan kemanusiaan.

Ketiga, kami menolak segala bentuk aksi kekerasan, ekstremisme dan terorisme di bumi NTB.

Keempat, kami siap meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap upaya dan usaha pembentukan dan penyebaran faham radikal di wilayah NTB.

Kelima, kami berkomitmen menebarkan kasih sayang kepada setiap jamaah atau masyarakat dengan pendekatan humanistik, serta mengajak dan memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk menjadi agen perubahan bagi terwujudnya perdamaian dan melakukan perubahan positif dalam lingkungan masyarakat masing-masing di NTB.

Keenam, kami siap bekerja sama serta mendukung pemerintah, TNI dan Polri dalam menanggulangi dan memberantas gerakan radikalisme diseluruh kabupaten/kota di NTB.

Karena itu, ketua pelaksana deklarasi bersama gerakan anti radikalisme, Murakip Usman KH mengaku acara tersebut bukan hanya sekedar biasa saja, akan tetapi membangun komitmen bersama melawan anti radikalisme. “Jauh sebelumnya sudah kita diskusikan bersama dengan semua pihak dan juga pihak kepolisian”, katanya. (ISNA/Nu/Mataramnews)

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: