Ansor Mojokerto Ingatkan Masyarakat Waspadai Gerakan Pemecah Belah Bangsa

Selasa, 11 September 2018
ISLAMNUSANTARA.COM, Mojokerto – Sejumlah persoalan yang melingkupi kepengurusan Ansor dan Barisan Serbaguna alias Banser kawasan Kota Mojokerto, Jawa Timur diperbincangkan. Kegiatan berlangsung di kediaman Ketua Gerapak Pemuda Ansor Kota Mojokerto, H Junaedi Malik di jalan Empu Gandring, Kedundung, Ahad (9/9) malam.

Pada kesempatan tersebut, H Junaedi Malik mengapresiasi pelaksanaan Diklatsar Satkorcab Banser Kota Mojokerto yang terlaksana dengan lancar dan sukses pada Jumat hingga Ahad (31/8-2).

“Saya bangga kepada segenap sahabat Ansor dan Banser yang siap hadir dan silaturahim sesama kader. Dengan menganut ajaran kiai NU dan mendalami ajaran Islam Aswaja, insyaallah keberkahan akan didapatkan kita semua,” katanya.

Dalam pandangannya, kader dan generasi NU termasuk Banser tentu diperlukan sebagai benteng kiai, melestarikan nilai islam Aswaja dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Khususnya dalam menangani tekanan dari pihak pemecah belah bangsa,” sergahnya.

Dirinya mengingatkan akan perkembangan mutaakhir yang terjadi. “Dinamika dari kelompok radikal untuk memecah keutuhan NKRI dan berbagai ujaran kebencian lewat media sosial harus kita bentengi,” ungkapnya. Sikapi segalanya dengan bijak sebagai perwujudan Islam yang rahmatan lil alamin, lanjutnya.

Bagi H Junaidi, berbagai ujaran kebencian serta kabar bohong yang menyesatkan harus disikapi dengan bijaksana dan cerdas,”Tim siber dari NU dan Banser harus dipersiapkan secara sistematis dan terstruktur untuk menangani hal tersebut,” ujarnya.

Generasi muda NU dan kader Ansor maupun Banser harus menjadi generasi percontohan dalam jiwa dan raga serta insan bertakwa dan cinta tanah air. “Sebagai kader militan NU, kita harus menjadi contoh bagi masyarakat serta senantiasa memperkuat silaturahim dan meningkatkan persaudaraan,” tandasnya.

Kegiatan ini juga sebagai pertemuan rutin bulanan yang dapat mendekatkan para masing kader. Pada saat itu Komandan Siswa (Dansis); Diklatsar Banser Satkorcab Kota Mojokerto 2018, Nova Budi mengawali diskusi ringan tentang tata upacara atau apel Banser (TUB) dan praktik singkat komando periksa kerapian. (ISNU)
Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: