Ayo Belajar Politik dan Agama Dengan Benar

Minggu, 15 April 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Nabi Muhammad SAW merupakan utusan Allah yang memberikan teladan bahwa menerapkan nilai-nilai luhur agama dalam memimpin umat merupakan hal utama.

Namun demikian, Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor, Jawa Barat KH M. Luqman Hakim menegaskan, Nabi Muhammad SAW tidak pernah menggunakan agama sebagai alat legitimasi politik dalam kepemimpinannya.

“Nabi tidak pernah menjadikan agama sebagai legitimasi politik,” ujar Kiai Luqman yang dikutip NU Online lewat akun twitter pribadinya, @KHMLuqman pada Rabu (4/4) lalu.

Yang dilakukan oleh Nabi Muhammad, imbuh Direktur Sufi Center Jakarta ini, ialah menjadikan nilai agama sebagai inspirasi dalam menata negara.

“Tapi nilai agama sebagai sumber inspirasi kepemimpinan dalam menata negara, iya,” jelas penulis Filosofi Dzikir ini

Menurut Kiai Luqman, agama sebagai sumber inspirasi tersebut tidak berarti mencampuradukkan agama dan politik. Karena justru nilai-nilai agama menjadi sumber inspirasi, bukan alat legitimasi.

Jika menggunakan agama sebagai alat legitimasi politik, nanti, kata Kiai Luqman, malah jadi madzhab ‘ngawurisme’ yang membabi buta.

“Ayolah belajar politik dan agama dengan benar,” tegasnya. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: