Ayo Selamatkan Moral Pelajar!!!

Selasa, 14 Februari 2017

ISLAMNUSANTARA.COM – Belakangan ini, yang menjadi tolok ukur penilaian seseorang dalam berbagai lapisan masyarakat adalah pelajar. Pelajar selalu diartikan sebagai seorang yang terpelajar, berpendidikan dan memiliki kemampuan yang lebih dari yang lain. Pelajar juga dituntut untuk mampu memeberikan gagasan-gagasan yang cerdas dan bermanfaat dalam kehidupan sosial bermasyarakat, maupun dalam memberikan ide-ide baru dalam teknologi.

Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an, bahwa Allah telah menjanjikan derajat yang tinggi bagi orang-orang yang beriman dan berilmu. Betapa derajat seorang yang berilmu akan ditinggikan beberapa derajat dari orang yang tak berilmu. Dalam hadis juga di katakan hidupnya seorang pemuda dengan ilmu dan takwa. Pelajarlah yang cocok dengan hadis tersebut, dimana usia-usia produktif yang masih aktif menuntut ilmu dan menekuni berbagai pelajaran. Dengan menuntut ilmu, pelajar berharap penghidupan yang lebih baik dan menjadi seorang yang bermanfaat di masa yang akan datang.

Di Indonesia sendiri, pelajar selalu digambarkan dengan jiwa-jiwa muda yang bersemangat dalam menuntut ilmu di sekolah, kampus, maupun pesantren. Pelajar sudah mampu menunjukan eksistensi nya di dunia olahraga, keilmuan, dan teknologi. Baru-baru ini, siswa SMKN 6 Kota Malang tahun 2014 lalu, sudah mampu memberikan terobosan baru dalam teknologi, mereka telah mampu menciptakan mobil yang di gerakan dengan tenaga listrik. Sungguh prestasi yang luar biasa. Di dunia internasional pun Indonesia telah membuktikan eksistensi nya melalui pertunjukan seni angklung yang di pertunjukan oleh pelajar SMPN 1 Karawang, dan telah go international ke negeri Kincir Angin, Belanda tahun 2012 lalu.

Bukan hanya itu, pelajar dan santri juga merupakan generasi-generasi penerus bangsa dan agama. Eksistensi nya juga telah teruji dalam memberikan pendapat dan gagasan nya dalam masalah sosial masyarakat. Yakni dalam kegiatan Bahtsul Masail (tanya-jawab seputar masalah fiqih atau hukum Islam) yang di adakan oleh Penguru Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di setiap daerah. Terbukti pelajar dan santri lah yang berperan aktif dalam memberikan berbagai referensi nya dalam menjawab berbagai masalah yang di diskusikan.

Dalam bidang olahraga, pelajar juga telah mampu membuktikan eksistensi nya dalam berbagai cabang olahraga. Diantaranya pencak silat, karate, sepak bola, bulu tangkis, dan lain-lain. Berbagai medali emas dan perak telah di bawa pulang oleh pelajar Indonesia dari berbagai tingkat kejuaraan perlombaan dan macam-macamnya.

Namun, tak ada gading yang tak retak. Tetap saja, walaupun berbagai prestasi telah dicapai. Dewasa ini, image pelajar di Indonesia sering terdengar kabar yang tak sedap. Pasalnya, berbagai kerusuhan, tawuran, minum-minuman keras sudah sering terjadi di kalangan pelajar. Bahkan pergaulan bebas dan narkoba sudah tak asing lagi di beritakan di berbagai media, seperti koran, majalah, radio, maupun televisi. Bagaikan menelan pil pahit, bagi setiap guru dan orang tuayang mendengar kabar yang tak sedap tersebut.

Pada tahun 2016, tawuran antarpelajar di Kabupaten Tangerang menewaskan 1 orang pelajar. Bukan hanya itu, tingkat tawuran antar pelajar memang meningkat di tahun 2016 kemrarin. Kasus pemerkosaan dan menjual keperawanan pun sudah terdengar sana-sini, sehingga bayi-bayi yang dibuang akibat hubungan gelap pun tak luput telah terjadi di sekitar kita. Masalah-masalah tersebut membuat kita prihatin, dan miris. Na’udzubillahi min dzalik.

Bukan tidak mungkin, penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh sebagian pelajar salah satunya, merupakan dampak negatif dari kecanggihan teknologi, minimnya pengawasan dari guru dan orang tua, dan minimnya pembelajaran ilmu agama. Tak hanya itu, berbagai tontonan-tontonan televisi yang seharusnya penuh dengan pesan moral dan edukasi, hanya sebagian kecil dan itu pun sangat jarang ditemukan.

Teknologi yang begitu canggih di zaman sekarang ini sudah tidak dapat di bendung. Teknologi yang memang dirancang untuk mempermudah kehidupan manusia memang sepatutnya di terima dan apresiasi oleh manusia nya itu sendiri. Hanya saja, kita harus mampu memilah dan memilih mana yang baik, dan mana yang buruk. Itulah, betapa pentingnya iman dan taqwa pada setiap manusia.

Iman dan takwa ini harus tetap pupuk di kalangan pelajar, bukan hanya di pesantren saja, namu juga perlu dilakukan secara kontinu di sekolah-sekolah negeri maupun swasta. Seberapa pun pesatnya kecanggihan teknologi, apabila dibarengi dengan iman dan takwa tidak akan menjadikan suatu masalah. Karena filter terakhir tetap ada pada diri pelajarnya masing-masing.

Penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di kalangan pelajar sering ditemukan di sekolah-sekolah negeri dan swasta, dan jarang di temukan di kalangan santri pesantren. Hal ini menunjukan bahwa peran agama dalam mengayomi kehidupan pelajar amatlah penting dan tidak boleh ditinggalkan. Apabila pesan moral dalam agama sudah tersampaikan, maka berikutnya adalah peran guru dan orang tua yang di perlukan dalam memberikan contoh yang baik bagi pelajar.

Figur yang di idolakan pun menjadi peran penting dalam membentuk karakter seorang pelajar. Jangan sampai anak memiliki figur yang kurang baik dalam mengidolakan seseorang. Nabi Muhammad SAW, merupakan figur yang sangat cocok dan idealis untuk di idolakan oleh pelajar. Atau juga 4 sahabat Rasul, seperti Sayyidina Abu Bakar Asshidiq, Sayyidina Umar bin Khattab, Sayyidina Utsman bin Affan, dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

Keilmuan, akhlak, dan ketaatannya kepada Allah SWT sudah tidak diragukan lagi, dan sangat cocok untuk di idolakan oleh siapapun. Karena pada dasarnya usia pelajar, memang usia yang yang masih haus akan figur dan sosok. Kita pun, sebagai bagian dari masyarakat perlu juga menjadikan diri sebagai bagian dari figur-figur yang pantas untuk ditiru oleh adik-adik pelajar.

Mengaji pada ustadz dan membaca buku-buku agama dan akhlak dapat menjadi salah satu solusi untuk mencegah kenakalan-kenakalan remaja masa kini. Salah satu lembaga yang sering mengkaji ilmu agama adalah pondok pesantren. Terbukti berbagai lulusan pondok pesantren sebagian besar telah berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa melalui bimbingan moral terhadap para remaja dan pelajar di Indonesia.

Dengan gemblengan spritual yang istiqomah, baik dari para Ulama ataupun ustadz dan juga sesama teman yang sholeh, Insyaallah akan mampu memperbaiki moral para pelajar yang selama ini masih belum baik. Karena pada dasarnya, lingkungan jugalah yang menjadi salah satu faktor terbentuk nya karakter seorang pelajar. Dalam hadits juga diterangkan bahwa adab seseorang satu dengan yang lainnya saling mencuri. Entah akhlak seorang yang buruk akan terbawa baik, atau akhlak seorang yang baik terbawa buruk? Tergantung karakter mana yang lebih kuat.

Maka dari itu kita sebagai orang yang beriman hendaknya tetap mampu memberikan contoh yang baik bagi adik-adik kita. Dengan selalu saling mmenasihati dalam kebenaran dan dalam kesabaran. Watawassoubil haqq, watawassoubisshobri. Wallahu a’lam. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: