Bacaan Al-Fatekah Dipermasalahkan, Ini Tanggapan Peneliti UIN Jakarta

Kamis, 11 Oktober 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Direktur Eksekutif Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN Jakarta Saiful Umam mengatakan, ucapan Al-Fatekah untuk melafalkan surat pertama dalam Al-Qur’an –Al-Fatihah- bagi orang Jawa adalah sesuatu yang biasa.

“Saya sering mendengarkan ucapan seperti itu (Al-Fatekah) di kalangan orang Jawa, apalagi mereka yang berlatar belakang nonsantri,” kata Saiful, Rabu (10/10).

Alumni Perguruan Islam Mathali’ul Falah Kajen Pati ini menuturkan, ada beberapa fonem atau bunyi bahasa Arab yang tidak ada dalam bahasa Jawa. Misalnya kha, ‘ain, ghain, dan lainnya. Oleh karenanya, ia menilai orang Jawa –terutama yang tidak belajar bahasa Arab sejak kecil- sedikit kesulitan ketika melafalkan fonem-fonem tersebut.

“Bagi saya, itu adalah sebuah hal yang tidak prinsipil,” ucapnya.

Lebih dari itu, Dosen Fakultas Adab dan Humaniora ini mengatakan kalau yang diucapkan Presiden Joko Widodo itu adalah nama surat, bukan bacaan dari surat itu sendiri. Baginya, ini adalah hal yang kecil dan tidak substantif untuk dipermasalahkan.

Ia menduga, bisa saja persoalan yang kecil dan sepele ini dipermasalahkan dan dibesar-besarkan dalam rangka pertarungan pemilihan presiden. Mereka terus mencari kesalahan calon presiden yang tidak didukungnya, meski kesalahannya tidak prinsipil.

“Menurut saya mengada-ada kalau kemudian pengucapan Al-Fatekah oleh presiden lalu dipermasalahkan seolah-olah dia melakukan permasalahan besar,” jelasnya.

“Yang lebih penting substansi dari ajakan untuk mendoakan mereka yang menjadi korban dari musibah di Palu. Itu yang penting,” lanjut Doktor lulusan Universitas Hawai ini.

Pada saat pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXVII, Senin (8/10) di Medan, Sumatera Utara, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir untuk membaca Surat Al-Fatihah secara berjamaah.

“Ala hadiniyah Al-Fatekah,” kata Presiden Jokowi dengan aksen khas Jawanya. Ucapan ‘Al-Fatekah’ Presiden Jokowi tersebut kemudian menjadi ramai diperbincangkan di jagat maya. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: