Bahas Islam Moderat, Rabithah Alam Islami Temui Wapres Jusuf Kalla

Rabu, 16 Agustus 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Sekretaris Jenderal Rabithah Alam Islami Muhammad Abdul Karim Al Isaa berkunjung ke istana kepresidenan dan diterima langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla. Rabithah Alam Islami merupakan lembaga islam internasional yang cukup berpengaruh di dunia dan juga dikenal sebagai Liga Dunia Islam. Dalam pertemuan tersebut keduanya membahas mengenai pentingnya peran Indonesia dalam menyebarkan Islam yang moderat.

“Wakil presiden menyampaikan bahwa Liga Dunia Islam memiliki peran penting untuk bekerja sama dengan siapapun dalam menguatkan islam yang moderat, dan menyebarluaskan kemana saja karena itu akan membawa maslahat kepada seluruh dunia,” ujar Al Isaa di Kantor Wakil Presiden, Selasa (15/8).

Al Isaa mengatakan, Liga Dunia Islam siap bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk mengkokohkan dan menguatkan islam moderat, serta mengkoreksi berbagai cara pandang yang salah tentang Islam. Hal ini bertujuan agar Islam tidak dipandang sebagai agama yang radikal.

Menurut Al Isaa, Islam yang berkembang di Indonesia adalah Islam moderat yang bisa mengayomi seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, kehidupan umat Islam di Indonesia dapat menjadi teladan dan contoh bagi negara-negara lainnya.

“Kami sangat bangga dengan islam yang ada di Indonesia, dan kami siap kerja sama untuk menguatkan Islam moderat seperti ini,” kata Al Isaa.

Al Isaa mengapresiasi upaya Pemerintah Indonesia untuk mendirikan Universitas Islam Indonesia Internasional. Menurutnya, universitas ini dapat memegang peranan penting untuk menyebarkan Islam yang moderat. Liga Dunia Islam siap bekerja sama untuk menyumbangkan pemikiran-pemikiran mengenai islam moderat di universitas tersebut.

Rabithah Alam Islami didirikan pada Dzulhijah 1381 H atau Mei 1962 di Makkah, Arab Saudi. Organisasi ini disponsori Raja Arab Saudi Raja Faisal bin Abdulazis. Syekh Muhammad Surur terpilih sebagai Sekretaris Jenderal pertama Rabithah Alam Islami. Salah satu aktivitas pertama Liga Dunia Islam saat berdiri adalah mengawasi pembangunan Masjidil Haram.

Selain itu, tugas penting yang diemban Rabithah adalah menyampaikan risalah Islam dan ajarannya ke seluruh dunia. Menghilangkan kesan yang keliru tentang Islam yang ditimbulkan musuh-musuh Islam adalah agenda lain dari pendirian lembaga ini.

Dalam dakwah, Rabithah sering memanfaatkan musim haji dengan menggelar berbagai kajian tentang Islam di Makkah. Mereka juga mendukung dan memberi fasilitas para dai di seluruh dunia dalam melaksanakan agenda dakwahnya. Di bidang pendidikan, Rabithah memberikan bantuan kepada perguruan Islam di seluruh dunia.

Yang cukup menonjol, Rabithah juga menaruh perhatian serius terhadap pers dan media massa. Liga Dunia Islam menerbitkan berbagai jurnal dan produk jurnalistik dalam berbagai bahasa dan disebarkan ke seluruh dunia. Mayoritas, isinya tentang dakwah dan pendidikan.  (ISNU)

Sumber: Republika

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: