Bantu Tangani Bencana Gempa Bumi NTB, PBNU Bentuk Tim Khusus

Selasa, 14 Agustus 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar rapat koordinasi lintas sektor dan lembaga di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (13/8). Dalam rapat tersebut diputuskan akan membentuk satu tim yang menjadi koordinator penanganan bencana dari PBNU. Tim ini nantinya akan membawahi semua lembaga dan badan otonom PBNU yang selama ini melakukan aksi penanggulangan secara mandiri.

“Salah satunya akan menyepakati tim dan PIC sebagai koordinator penanganan bencana gempa bumi di lombok,” ujar Andi Najmi Wasekjend PBNU di sela-sela rapat.

Tugas dari tim ini nantinya akan memaksimalkan potensi PBNU dan membagikan pekerjaan dalam rangka penanggungan bencana sesuai dengan porsi masing-masing, sesuai dengan kriteria dan peran yang dituju.

Rapat ini sendiri digelar setelah Tim PBNU Peduli Lombok datang ke lokasi bencana selama beberapa hari. Dalam rapat “Laporan Tim Assesmen dan Tindak Lanjut” ini masing-masing lembaga memaparkan temuannya selama di lapangan.

Dari rapat ini ada tiga hal yang mendesak yakni; adanya tim koordinasi lintas sektor, penyaluran logistik dan kebutuhan tim medis. Oleh karenanya PBNU dirasa perlu agar PBNU membuat pos utama yang menjadi pusat komando tim PBNU di lapangan.

Tim Lembaga Kesehatan NU juga menggaris bawahi minimnya fasilitas kesehatan di lokasi gempa. Sejauh ini tim yang diturunkan PBNU masih keteteran untuk memenuhi kebutuhan korban bencara. “Pasiennya misalnya hari pertama 150. Kalau dikira-kira perharinya 100-an orang. Padahal tenaga medisnya sedikit,” ujar pengurus Lembaga Kesehatan NU, dr. H. Makki Zamzami.

Ke depan, Makki menyatakan perlu membuat skema alur pengobatan sehingga penanganan kesehatan korban bencana lebih sistematis dan memberikan pelayanan lebih maksimal.

Adapun masalah kesehatan yang kerap muncul adalah masalah-masalah yang berkenaan dengan kebersihan seperti ispa dan diare. Namun juga hingga saat ini masih terdapat sejumlah masalah kesehatan parah seperti patah tulang yang ditemukan dan belum tertangani, sebab sejumlah posko kesehatan dan rumah sakit di kawasan Lombok banyak yang rusak.

Sebelumnya PBNU menurunkan tim assesmen yang terdiri dari LPBI NU, LKNU, LAZISNU, DAN BAGANA BANSER. Tim ini bertujuan mengidektifikasi kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan korban bencana gempa bumi di NTB.  (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: