Beda Ortodoksi Islam Nusantara dengan Ortodoksi Islam Saudi

Islamnusantara.com – Ortodoksi Islam Nusantara sederhananya memiliki tiga unsur utama : Pertama, Ilmu Kalam (teologi) Asy’ariyah, Kedua, Fiqh Syafi’I (meski juga menerima empat mazhab fiqh lainya), Tasawuf al-Ghazali, baik dipraktikkan secara individual atau komunal maupun melalui tarekat Sufi yang lebih terorganisasi lengkap dengan mursyid, khalifah dan murid, dan tata cara zikir terentu.

ortodoksiSebagai perbandingan, ortodoksi Islam Nusantara ini berbeda dengan ortodoksi Islam Arab Saudi. Ortodoksi Islam Arab Saudi mengandung hanya dua unsur, yaitu pertama, Ilmu Kalam (teologi) Salafi-Wahabi dengan pemahaman Islam literal dan penekanan pada Islam yang “murni”.

Dengan pandangan kalam seperti itu, dalam perspektif doktrin ortodoksi Islam Arab Saudi, tidak heran jika banyak Muslimin lain dianggap sebagai pelaku bid’ah dhalalah (ritual tambahan sesat) yang bakal membawa mereka masuk neraka. Termasuk ke dalam bid’ah dhalalah itu adalah merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW yang ramai dirayakan kaum Muslimin Indonesia. Unsur ortodoksi Islam Arab Saudi kedua adalah fiqh Hanbali yang merupakan mazhab paling ketat dalam yurisprudensi Islam. Ortodoksi Islam Arab Saudi tidak mencakup tasawuf, justru tasawuf ditolak karena dianggap mengandung banyak bid’ah.

Ortodoksi Islam Salafi-Wahabi Arab Saudi terlalu kering dan sederhana bagi kaum Muslimin Nusantara. Umat Muslimin Nusantara telah dan terus menjalani warisan tradisi untuk mengamalkan Islam yang kaya dan penuh nuansa dengan ‘ritual’ seperti tahlilan, nyekar atau ziarah kubur, walimatus-safar (walimatul haj/umrah), walimatul khitan, tasyakuran, sampai empat bulanan atau tujuh bulanan kehamilan. (ISNA/BV)

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: