Beginilah Akibatnya Jika Kita Saling Ejek dan Tidak Saling Menghargai

Sabtu, 04 Februari 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Brebes – Habib Luthfi bin Yahya menghimbau kepada masyarakat Indonesia agar selalu menyapa dengan sebutan yang terbaik kepada sesama manusia, lebih lebih kepada pimpinan atau yang dianggap tua oleh kita. Jangan sembarangan memanggil seseorang apalagi sampai mencaci maki.

Himbauan tersebut disampaikan Habib Luthfi saat memberikan Mauidlatul Hasanah pada peringatan Maulid Nabi dan Khaul ke 28 Kiai Anwar bin Kiai Munawar Desa Kaligangsa Kulon, Brebes, Rabu (1/2) malam.

Kata Habib, panggilan mampu mengangkat kedudukan dan jabatan. Bila tidak bisa menghargai seseorang maka yang timbul tuntunan jadi tontonan, akibat tidak saling menghargai kewibawaan akan surut dan keamanan akan terganggu. “Kalau kita saling ejek, tidak menghargai maka pihak lain akan memandang rendah para pemimpin kita, bangsa kita, aparat kita,” terangnya.

Pengunjung, kata Habib, termasuk  telah dakwah menegakan kewibawaan karena takdim kita pada kiai. “Mendengarkan dan melaksanakan pitutur Kiai akan turut meningkatkan kewibawaan ulama, menjaga Islam, menjaga ulama,” tegasnya.

Di jalan raya pun, lanjutnya, harus menghargai pengguna jalan lainnya. Menghargai aparat polisi yang sudah bersusah payah mengatur lalu lintas. “Jangan karena oknum kita caci maki institusi,” ucapnya.

Dengan saling menghargai, pesan Habib, maka keakraban timbul menjadi perekat. Allah SWT saja memanggil umat Islam dengan sebutan Ya Ayuhaladina amanu (hai orang orang yang beriman). Betapa mulianya panggilan Allah agar tidak mengabaikan perintah-perintahnya. “Janganlah kotori panggilan Allah yang mulia, jangan jadi provokator, memecah belah,” ajaknya.

Habib mengingatkan untuk terus waspada dengan berbagai panggilan provokatif yang seolah seolah antara ulama yang satu dengan yang lain saling berbenturan. Melunturkan tokoh, memisahkan ulama dengan umat.

Plt Bupati Brebes Budi Wibowo dalam sambutannya sangat bangga dengan pengajian Maulid dipenuhi generasi muda. Yang biasanya dia melihat pengajian dipenuhi para ibu dan orang tua, kali ini dipenuhi anak-anak muda, walaupun diiringi gerimis dan sesekali hujan mengguyur bumi.

Dalam kesempatan Budi wanti wanti untuk tidak mengkonsumsi Narkoba. Juga jangan mudah terprovokasi oleh kelompok pengadu domba lewat omongan maupun media sosial. “Bila kita temui hal hal yang irasional, laporkan kepada yang berwajib,” pesan Budi.

Senada, Dandim 0713 Brebes Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono mengajak kepada pengunjung untuk menjalankan ibadah. Dengan ibadah yang rajin akan meningkatan kerukunan, kedamaian. tidak mudah diadu domba.

Sebagai generasi penerus bangsa, Dandim mengajak para pemuda untuk menimba ilmu dengan sebaik baiknya dan semaksimal mungkin. Sebab tantangan kedepan dalam meraih kesempatan dan cita-cita semakin tidak ringan. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: