Berita Mbah Moen Doakan “Kehancuran Ahok” 100% Fitnah

Senin, 13 Februari 2017

ISLAMNUSANTARA.COM – Sesepuh NU, KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) menjadi bahan fitnah oleh orang-orang yang ingin mengacaukan suasana menjelang Pilkada serantak 15 Februari 2017. Kali ini beliau difitnah membuat doa untuk menghancurkan Ahok sebagai kandidat paslon nomor 2 tersebut.

Salah satu bunyi doa politik itu begini, “Ya Allah hancurkanlah musuh-musuh kami dan musuh-musuh orang Islam dari golongan orang kafir, musyrik dan munafik di Indonesia, khususnya Ahok…..Berilah kemenangan kepada kami dan ulama kami untuk mengalahkan Ahok dan sekutu-sekutunya…. “.

Para santri Mbah Moen pun akhirnya melakukan tabayun. Dari redaksinya saja, doa itu tidak mungkin diucapkan oleh Mbah Moen. Jelas hanya penisbatan. Salah satu murid Sarang yang bermukim di akun Facebook Kantongumur menyatakan bahwa perbuatan menisbatkan doa kepada orang lain yang tidak pernah diucapkan adalah dhalim (pebuatan aniaya). Ini statusnya:

——————————

Dlolim adalah menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Salah satu contohnya adalah menisbatkan anak kepada orang yang bukan ayah kandungnya.

Mengatakan suatu hal yang tidak pernah dilakukan juga merupakan hal yang sangat dibenci oleh ALLOH.

يا أيها الذين آمنوا لم تقولون ما لا تفعلون. كبر مقتا عند الله أن تقولوا ما لا تفعلون.

Masuk dalam hal ini adalah suatu doa jelek (Pasot, red jawa) kepada salah satu pasangan calon gubernur di daerah A. Doa itu dinisbatkan kepada salah satu Guru.

Dan ternyata doa itu bukan dan tidak pernah diucapkan oleh Sang Guru. Itu pun perbuatan dlolim.

Suatu ketika saya membacakan doa itu di hadapan Guru Besar saya, beliau hanya dawuh: siapa yang menulis doa itu?. Saya berkata: saya tidak tahu, tetapi melihat susunan akan doa itu, saya sudah yakin itu bukan dari Anda.

Dan memang itu bukan doa Beliau.

Silahkan anda mau berdoa dengan doa apapun, bahkan dengan doa itu, tetapi jangan pernah mengatakan bahwa doa itu milik atau susunan orang yang tidak menyusun doa itu.

Silahkan anda berdoa atau jalur diplomasi untuk merubah dan menghilangkan hal mungkar, kufur ataupun maksiat, bila anda tidak mampu mengingkarinya dengan jalan yang lebih berat, yaitu kekuatan atau kekuasaan.

Namun bila berdoa pun tidak mampu, maka ingkarilah dengan hati, sebagai pertanda adanya iman di dada, walaupun iman yang lemah.

من رأى منكم منكرا فليغيره بيده فإن لم يستطع فبلسانه وإن لم يستطع فبقلبه وذلك أضعف الإيمان.

Inilah tulisan yang semoga menjadi pencerah dari beberapa inbox dan pesan pribadi kepada anak kecil yang semoga dirahmati ALLOH.

Sarang, Malam Ahad Jam 3 Pagi.

——————————-

Doa pelaknatan itu tersebar massif bahkan sampai ke toilet-toilet umum yang ada di Jakarta. Di grup-grup santri pun banyak yang minta keterangan atas doa yang secara kontan pun, tidak mungkin pernah diucapkan oleh KH maimoen Zubair. (ISNU)

Sumber: Dutaislam

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: