Bersama PBNU, Tiga Lembaga Ini Satukan Gerakan Tangani Dampak Gempa Aceh

Sabtu, 10 Desember 2016,

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – LPBINU, Lazisnu, dan LKNU bersama PBNU akan memberangkatkan tim ke Aceh pada 14 Desember mendatang, Lembaga-lembaga di bawah PBNU tersebut tengah bersinergi dalam penanganan dampak bencana gempa bumi di Pidie, Aceh.

Untuk itu, pengurus tiga lembaga ini menggelar rapat awal persiapan teknis pemberangkatan di Kantor Lazisnu, Jumat (10/12). Tampak hadir Ketua Lembaga Penganggulangan Bencana dan Iklim (LPBINU), pengurus Lazisnu, dan perwakilan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU).

Ketua LPBINU M Ali Yusuf mengatakan, penanganan dampak bencana gempa bumi di Pidie dan sekitarnya memerlukan partisipasi seluruh masyarakat. Di lingkungan NU sendiri, semua pihak harus bekerja sama dalam partisipasi tersebut.

“Mestinya NU memang dalam setiap isu harus bekerja sama. Kami (LPBINU) tidak bisa bekerja sendiri. Kebetulan kemarin Lazisnu mengundang, kemudian LKNU mau diajak. Ini awal yang sangat baik untuk terjalinnya kerja sama. Sebisa mungkin ke depan kita wajib bersama-sama dalam setiap penanganan bencana,” kata Ali.

Lazisnu merupakan fundrishing karena lembaga ini bisa menghimpun dana publik. Sementara LPBINU fokus pada penanggulangan bencana, dan LKNU pada penanganan kesehatannya.

Direktur Fundrishing Lazisnu Nur Rohman menambahkan, NU tidak boleh sendiri-sendiri. Kekuatan NU harus disatukan supaya bisa menjadi besar. “LPBINU dalam hal ini (penanggulangan bencana) paling depan,” kata Rohman.

Penanggulangan bencana secara bersama-sama oleh lembaga NU akan memperlihatkan semangat kegotongroyongan dan kedermawanan. Hal tersebut penting dilakukan NU untuk masyarakat, dan akan menunjukkan keberadaan NU di tengah-tengah dunia internasional.

“Saatnya kita bangkit untuk menolong saudara-saudara kita yang kena musibah. Itu sebabnya dilakukan sinergi dan konsolidasi,” ujar Rohman.

Wakil Ketua Lazisnu Ahyad Alfidai mengatakan, bantuan PBNU melalui tiga lembaga ini diharapkan dapat dimanfaatkan seluas-luasnya di lokasi bencana. Penanganan dan pendampingan sebisa mungkin akan diberikan sampai tuntas. Bukan hanya rescue dengan pemberian bantuan kepada warga terdampak langsung atau korban di pengungsian, tetapi juga pascabencana dengan program recovery. Karenanya pendampingan tidak dibatasi waktunya.  (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: