Bupati Brebes: Persaudaraan Mendatangkan Kebahagiaan Lahir Batin

Kamis, 22 Juni 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Brebes – Persaudaraan jauh lebih berharga ketimbang harta benda. Untuk itu, jalinan silaturahmi harus terus diperkuat eratkan demi kebahagiaan bersama. Hal itu disampaikan Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti ketika mengajak masyarakat untuk menebarkan kasih sayang agar hidup jadi tenang.

“Momentum puasa dan Hari Raya nanti, mari jadikan wahana tebarkan kasih sayang dengan saling berbagi dan silaturahim,” ajaknya saat menggelar silaturahim dan buka puasa bersama dengan warga sekitar Pendopo, di Pendopo Bupati Brebes Selasa (20/6).

Persaudaraan, kata Idza, akan mendatangkan kebahagiaan lahir batin. Jalinan persaudaraan tidak jangan sampai pudar karena perbedaan latar belakang. Justru dengan perbedaan, akan saling menguatkan sesuai dengan posisinya masing-masing.

“Kami sekeluarga mohon maaf, bila dalam keseharian jarang bertemu dengan bapak ibu dan adik-adik sekalian karena sedang menjalankan tugas pemerintahan,” ungkap Idza di hadapan tiga ratus warga sekitar pendopo.

Dia mempersilakan kepada warga untuk bersilaturahim ke pendopo, saling sapa dan saling kenalan dengan anak-anak dan keluarga bupati bukan sesuatu yang sulit. Namun karena aktivitas pendopo yang digunakan untuk kegiatan pemerintah dan juga organisasi masyarakat maka kesempatan bertemu bisa diagendakan seperti saat buka puasa maupun open house pada Idhul Fitri mendatang.

“Bermainlah ke pendopo, bila ada keperluan atau sekadar refreshing,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati di damping empat anaknya dan suami Drs Kompol H Warsidin MH membangun keakraban. Juga membagikan sembako, dan santunan kepada anak-anak panti asuhan.

Sebelum buka puasa, KH Syaefudin dari Jatirokeh Songgom menyampaikan ceramah hikmah Ramadhan. Kiai lucu ini berpesan untuk menjadi Muslim yang benar-benar mematuhi perintah agama dan mentaati peraturan pemerintah.

Termasuk, jalinan yang kuat antara hubungan dengan Sang Khalik dan sesama manusia. Hubungan Vertikal dan Horisontal harus seimbang sehingga hidupnya tidak timpang.

Di sepuluh hari terakhir, Kiai Sefudin berpesan agar meningkatkan ibadah jangan malah kendur. Dibabak final ini, harus fokus dan tidak disia-siakan, karena akan mencapai derajat takwa. Dan perlu diketahui, lebaran itu bukan hanya berbusana baru, tetapi capaian kemenangan bisa diraih ketika usai Ramadhan ibadahnya semakin meningkat dan membekas amalannya.

“Capaian takwa, adanya indikator peningkatan ibadah usai Ramadhan,” tandas Kiai Syaefudin. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: