Buya Syafii: Membedakan Islam dengan Arabisme

Selasa, 24 Oktober 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Dalam acara seminar yang bertema “Bisikan dari Jogja: Refleksi dan Evaluasi Bidang Kebudayaan Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK” di Jogjakarta Plaza Hotel, Yogyakarta, 21-22 Oktober 2017, Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif, menyentil kalangan muslim yang tidak bisa membedakan antara Islam dan Arabisme.

Menurut Buya Syafii, ada Arabisme yang baik dan yang tersesat. Arabisme yang tersesat hanya fokus pada bentuk atau ritual, bukan internalisasi atau substansi. “Agama dipakai tidak untuk mengarahkan pemeluknya kepada hal-hal yang lebih baik. Orang memakai tasbih saja seakan-akan sudah Islam. Ini pembodohan,” katanya, Ahad, 22 Oktober 2017.

(Baca juga: Buya Syafii: Intoleran Muncul Karena Politisi Jual Agama dan Tuhan)

Ia menyoroti radikalisme yang punya daya rusak luar biasa karena mengobarkan semangat perang. Menurut dia, negara-negara Timur Tengah saat ini tidak berdaya menghadapi radikalisme dan terorisme yang semakin menguat.

Radikalisme di Indonesia menyasar lembaga pendidikan dari tingkat dasar atau taman kanak-kanak hingga kampus. Di kampus, misalnya, radikalisme menyasar mahasiswa yang mengambil jurusan eksakta atau ilmu pasti, yang berpikirnya linier atau satu arah. “Mereka rentan sekali karena pikirannya hanya hitam putih,” ujarnya. (Baca juga: Buya Syafii Apresiasi Keberanian Pemerintahan Jokowi-Kalla Terbitkan Perppu Ormas)

Menurut Syafii, kelompok-kelompok radikal itu menganut kebenaran tunggal sehingga membunuh keberagaman. Kelompok radikal, kata dia, tidak hanya membahayakan kalangan kampus, tapi juga agama. “Lama-lama agama ditolak. Padahal agama menghidupkan hati nurani, kreativitas, dan otak. Dalam Al-Quran, jelas orang beriman harus menghidupkan akal budi dan kritis,” ucap Buya Syafii Maarif.

Ia menekankan, bila agama dipahami dengan benar, orang akan enak menjalankannya. Kuncinya, menurut Buya Syafii, adalah kemanusiaan. (ISNU)

Sumber: Tempo.co

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: