Cak Imin: NU Tidak Pernah Memberi Iming-iming “Pengantin Surga”

Senin, 20 November 2017

ISLAMNUSANTARA.COM,  Jakarta  – Gerakan Nusantara Mengaji mentradisikan semaan dan kajian Alquran di berbagai daerah merupakan salah satu cara untuk memperkuat bangsa dan negara.

Hal itu disampaikan leh Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (cak Imin) saat menghadiri kegiatan khataman Alquran bersama puluhan ribu warga Kabupaten Pekalongan, tokoh masyarakat, dan para santri di Alun-Alun Pekalongan, Sabtu (18/11/2017).

Cak Imin mengajak seluruh elemen bangsa, untuk istiqomah memegang teguh Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) agar rajut tali persatuan dan kesatuan bangsa dapat terjaga dengan baik.

Muhaimin yakin, dengan memegang teguh Aswaja, maka Indonesia tak akan bisa terpecah seperti seperti yang sudah terjadi terhadap negara-negara lain.

“Insya Allah jika kita masih berpegang pada Islam Aswaja maka kita akan tetap bersatu, tidak seperti negara-negara lain yang banyak terpecah seperti Rusia, Balkan dan lainnya,” kata Muhaimin.

Inisiator nusantara mengaji ini mengatakan, Aswaja merupakan sabuk spiritual yang manyatukan spirit dan semangat bangsa agar tidak mudah terpecah oleh adu domba kelompok ekstrim dan atau negara lain.

Muhaimin juga menyinggung peran kelompok islam Nahdlatul Ulama (NU) yang disebut telah mengikat bangsa Indonesia dengan sabuk Aswaja sehingga tetap dalam semangat religius yang makin menggelora.

“Di antara ghirah keagamaan saat ini ada yang menumpang ditarik-tarik untuk menjadi jihadis di negara-negara lain baik ke Thailand, Filipina dan Suriah. Hal itu menujukkan mereka belum paham makna sesungguhnya mencapai surga,” tegas Cak Imin.

Ia mengaskan, NU tidak pernah memberikan iming-iming kepada siapapun menjadi “pengantin surga” seperti yang kerap digaungkan kelompok radikal.

“Mendambakan pengantin surga itu keliru, mereka enggak yakin akan Islam seperti yang kita yakini Aswaja NU. Kalau kita ikut NU, para kyai, insya Allah kita akan selamat di dunia dan akhirat,” ujar tokoh yang dideklarasikan sebagai panglima santri ini. (ISNU)

Sumber: Kompas.com

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: