Cak Nun: Rasulullah SAW Menyatukan Umat dari Semua Etnik dan Agama

Rabu, 25 April 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Bertepatan dengan hari Kartini 21 April 2018 lalu, Emha Ainun Najib atau akrab disapa Cak Nun dalam sebuah ceramahnya menjelaskan sejarah shalawat Thala’al Badru yang dilantunkan oleh masyarakat Madinah pada saat menyambut Nabi Muhammad SAW yang datang dari Makkah. Menurut Cak Nun, pada saat itu banyak masyarakat Madinah yang ikut serta memeriahkan kedatangan Nabi Muhammad SAW, termasuk dari kalangan Non-Muslim.

“Thala’al Badru Alaina ini, satu-satunya syair yang dilantukan oleh ratusan atau mungkin  ribuan orang di Madinah ketika menyambut Rasullah SAW hijrah. Sekarang saya tanya yang menyambut sudah masuk Islam belum?,” tanya Cak Nun.

Cak Nun berpandangan, pada saat itu jumlah umat Islam masih sedikit dibandingkan dengan umat lain yang tinggal di Madinah, bahkan Cak Nun menilai umat Islam secara kuantitas tergolong minoritas. Namun demikian, berkat kepribadian luhur Nabi Muhammad SAW, Nabi mampu menyatukan semua etnik dan agama masyarakat Madinah.

Cak Nun melanjutkan, bahwa penduduk Madinah pada saat itu belum mengenal suatu sistem tertentu dalam konsep bernegara, mereka hanya menjunjung tinggi nilai kejujuran dan perdamaian pada kalangan masyarakat Madinah. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan shalawat Thala’al Badru yang dilantunkan masyarakat Madinah secara bersamaan ketika menyambut  kedatangan Nabi Muhammad dari Makkah tanpa melihat etnik dan agama tertentu.

“Harap diketahui bapak ibu sekalian, di Madinah itu umat Islam jumlahnya hanya 15 persen, tidak mayoritas sama sekali, di Madinah tidak ada sistem pemerintahan. Yang diandalkan adalah kejujuran dan pengayoman sesama manusia,” pungkasnya.(ISNU)

Sumber: Islamramah

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: