Candaan KH Aqil Siradj dan Presiden Jokowi

Minggu, 12 Juni 2016,

JAKARTA, ISLAMNUSANTARA.COM – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj sempat melontarkan candaan dalam tausiyah peringatan seribu hari meninggalnya Taufiq Kiemas. Said menyebut di acara ini hadir orang-orang NU dan Muhammadiyah.

Fakta semacam ini disebut jarang terjadi. Candaan berlanjut ketika Said menyatakan dua lembaga Islam ada dalam satu acara, namun tak ada di kabinet kerja. Ketika Said menyatakan itu, Presiden Joko Widodo tiba di kediaman Megawati Soekarnoputri. Pria yang akrab disapa Jokowi itu ternyata mendengar kelakar Said.

Mendapatkan kesempatan memberi sambutan, Presiden ke-7 RI itu menyambut candaan Said. “Saya mau klarifikasi mengenai menteri NU. Tadi diam-diam saya hitung ada enam (yang disebut Aqil). Jadi NU ada, Muhammadiyah karena Dr Haedar Nasir (Ketua Umum Muhammadiyah) tidak tanya, saya tidak menghitung,” kata Jokowi di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu (8/6/2016).

Mendengar celotehan Said, Jokowi menjadi ingat isu yang belakangan selalu dikejar dari pihak Istana. “Saya jadi ingat reshuffle kalau begini,” kelakar Jokowi.

Seperti diketahui, setidaknya ada enam menteri dari NU yang masuk daftar Kabinet Kerja. Mereka ialah Menristek Dikti M Nasir, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri, Menpora Imam Nahrawi, Menteri PDT Marwan, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (ISNU)

Sumber: Detik News

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: