Ceritakan Kiai Zaman Dulu, Gus Mus: Santri Tak Perlu Menonjol-nonjolkan Jasa

Selasa, 25 Oktober 2016

ISLAMNUSANTARA.COM, Rembang – Musytasyar Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Musthofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus menceritakan tentang perjuangan para kiai zaman dahulu yang tercatat dalam sejarah kendatipun jasa mereka terhadap kemerdekaan republik ini sangatlah besar.

Menurut beliau, kiai zaman dulu memang tidak suka menonjolkan peranan di masa perjuangan Indonesia. Sikap ini, kata Gus Mus, lantaran para santri tak mengharapkan imbalan dari jerih payah mereka selama masa peperangan. Yang santri tahu, membela tanah air adalah fardlu ‘ain berdasarkan fatwa Resolusi Jihad.

“Yang mencetuskan Resolusi Jihad memang orang-orang yang tidak ingin menonjolkan jasa, seperti KH Hasyim Asy’ari sehingga kalau tidak ditonjolkan malah kebeneran,” jelas mustasyar PBNU ini dalam puncak peringatan Hari Santri Nasional yang digelar di alun-alun Rembang, Jawa Tengah, Ahad (23/10) malam. Gus Mus pun berpesan kepada para santri untuk tidak menonjol-nonjolkan jasa.

Meski demikian, pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin ini mengingatkan para santri untuk tahu sejarah. Ia menceritakan perjuangan Kiai Baedhowi Lasem, Kiai Toha, dan ayahnya sendiri Kiai Bisri yang saat berjuangan melawan Belanda yang masuk di Rembang. Berdasarkan cerita yang dihimpun dari ayahnya, Kiai Bisri bersama Kiai Toha pernah mendapatkan tugas dari Mbah Baedhowi untuk melakukan sebuah misi rahasia mencari tahu kebenaran Belanda turun di Rembang.

Di masa itu, Mbah Baedhowi menjadi komandan perang dalam menghadapi Belanda di kabupaten setempat. Saat diberikan tugas, Kiai Bisri dan Kiai Toha siap melakukan misisi tersebut.

Hadir pula dalam kesempatan itu budayawan Emha Ainun Nadjib, Katib ‘Aa PBNU Yahya Cholil Staquf, dan Habib Anis. Melalui iringan musik grup Kiai Kanjeng, Kabupaten Rembang diguyur shalawat malam itu. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: