Dakwah NU Melalui Medsos Harus Lebih Kreatif untuk Melawan Hoax

Selasa, 14 Februari 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Mataram – Warga NU harus membekali diri dengan literasi dakwah melalui media social, dengan tetap mempertahankan pola dakwah tradisional. Media sosial membuat daya jangkau yang lebih luas pesan dan anjuran kebaikan yang disampaikan dalam dakwah para ulama dan tuan guru. Dengan demikian pesan dakwah itu tidak hanya berputar pada jamaah yang terbatas.

“Dakwah melalui internet dapat diakses dengan mudah oleh ribuan bahkan jutaan orang, potensi ini harus bisa dibaca sebagai peluang dakwah,” kata Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini saat menjadi narasumber dalam acara Kopdar Netizen NU bersama keluarga besar NU Kota Mataram di Aula PWNU NTB, Senin (13/2). (Baca juga: LDNU Prihatin atas Dakwah Agama yang Penuh Hujatan dan Caci-maki)

Menurut Helmy, tantangan warga NU adalah meningkatkan pola dakwah tradisional ke dakwah virtual yang memiliki daya jangkau publik yang lebih luas. Dengan demikian, sekali berdakwah dapat diikuti oleh ratusan ribu bahkan jutaan followers. Dakwah virtual efeknya lebih dahsyat.

Keterampilan dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi dapat digunakan sebagai sarana melawan hoax dan fitnah yang ditujukan kepada para tuan guru dan ulama NU. Di samping itu, keterampilan dalam menggunakan media sosial dirasa efektif untuk menangkal berita dan informasi berbau radikal yang disebar secara besar-besaran oleh para buzzer. (Baca juga: PAC GP Ansor Cibogo: Waspadailah Bahaya Radikalisme dan Hoax)

“Cara melawannya, yaitu tidak men-share berita hoax dan bernuansa radikal, menghapusnya, juga harus punya kreativitas memanfaatkan media sosial,” kata Helmy.

Kopdar netizen NU diakhiri dengan pembacaan ikrar oleh seluruh peserta. Pembacaan ikrar dipimpin oleh Koordinator Netizen NU NTB Muhammad Jayadi.

Ikrar mereka menyuarakan komitmen untuk memosting pesan dan ajaran kebaikan para ulama dan kiai Nahdlatul Ulama, memproduksi karya di media sosial baik berupa gambar, video, meme, dan artikel untuk dakwah yang inspiratif dan berakhlakul kharimah, ala Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdliyah. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: