Dakwah Walisongo Ajak Masyarakat Masuk Islam Secara Sukarela Bukan Paksaan

13 Februari 2016,

ISLAMNUSANTARA.COM – Kita tak bisa melepaskan diri dari Walisongo saat menceritakan sejarah nusantara. Sejarah penyebaran Islam di tanah Jawa oleh para Wali terbukti berhasil karena mereka mengajak masyarakat Jawa masuk Islam secara suka rela, merakyat dan tidak kaku. Bahkan Walisongo juga berhasil mentransfer ajaran Islam ke dalam kehidupan masyarakat kita. Pengaruh kecemerlangan dan kesuksesan  dakwah Walisongo masih dapat kita rasakan sampai saat ini.

Lihat saja, ada banyak tradisi yang sedikit banyak merupakan ajaran Islam yang diinseminasikan ke dalam budaya lokal. Seperti Grebeg Maulid, Grebeg Besar, Selametan Nujuh Hari, Nyatus, Nyewu, Nyadran dan masih banyak lagi.

Selain karena kedalaman ilmu agamanya, Walisongo adalah pendakwah yang dikenal punya kemampuan berdialog dengan seni dan budaya. Tiap seni dan budaya, dalam pandangan Walisongo tak boleh diberangus begitu saja, sebab bisa jadi melukai hati masyarakat. Budaya boleh tetap lestari, asal tak bertentangan dengan syari’at Islam. Ajaran Islam harus mampu menjadi spirit dan pijakan dari pelaksanaan tiap budaya yang berjalan.

Dalam berdakwah, Walisongo bahkan tak segan memanfaatkan seni dan budaya sebagai media dakwah. Sejarah mencatat, bahwa beberapa Wali bahkan memiliki andil besar dalam perkembangan seni dan budaya masyarakat Jawa. Sebut saja misalnya nama Sunan Giri. Wali bernama asli Raden Ainul Yaqin ini dikenal sebagai penggubah lagu-lagu jawa bernafaskan dakwah. Beberapa judul lagu gubahan Sunan Giri yang masyhur diantaranya adalah Jamuran, Cublak-Cublak Suweng dan Gula Ganti.

Ada juga sunan Kalijaga. Wali dengan segudang talenta seni. Sunan Kalijaga adalah seorang dalang wayang yang handal, seorang disainer brilian perancang baju ‘takwa’, juga seorang pencipta lagu. Lagu Lir Ilir hasil gubahannya bersama Sunan Giri bahkan masih terus dinyayikan hingga sekarang.

Talenta seni Walisongo belum habis. Masih ada nama besar Sunan Bonang. Dalam berdakwah, putra Sunan Ampel bernama asli Raden Makdum Ibrahim ini kerap memanfaatkan alat musik ‘bonang’ untuk menarik simpati rakyat. Oleh sebab kepandaiannya bermain bonang ini jugalah, Raden Makdum memperoleh gelarnya sebagai Sunan Bonang. Selain mahir memainkan bonang, Sunan Bonang juga adalah seorang pencipta lagu handal. Lagu ‘tombo ati’ yang kembali dipopulerkan oleh penyanyi religi Opick, adalah satu diantara lagu ciptaan beliau. (ISNU)

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: