Demi Masa Depan Bangsa, Guru Harus Bersih dari Kepentingan Politik

Sabtu, 04 November 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Siapapun tidak boleh memanfaatkan guru dalam kepentingan politik. Guru harus bergerak sesuai profesinya sebagai penentu masa depan bangsa. Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi, Jumat, 3 November 2017.

“Saat ini kami tengah berjuang agar kedaulatan guru dikembalikan. Tidak boleh lagi guru dijadikan objek apa pun oleh siapa pun,” kata Unifah.

Unifah mengatakan tugas guru adalah membangkitkan jiwa setiap anak didik agar terpacu untuk maju, percaya diri, bercita-cita besar, bangga dan cinta akan bangsa untuk kemajuan diri dan Indonesia. PGRI akan berusaha menjauhkan guru dari kepentingan politik individu maupun golongan.

“PGRI akan terus berjuang untuk memuliakan dan menempatkan guru sesuai dengan kedudukannya. Kawan-kawan guru jangan minder. Guru adalah profesi yang keren. Banggalah sebagai guru,” tuturnya.

Menurut Unifah, PGRI akan terus berjuang menegakkan kemuliaan profesi guru. Dia yakin tidak akan ada kesulitan bila para guru kukuh dan bersatu.

Memasuki bulan para guru, dia mengajak para guru untuk menjaga kekuatan moral intelektual. PGRI akan merayakan hari jadinya yang ke-72 pada 25 November 2017. Hari jadi PGRI biasanya dirayakan sebagai hari guru.

“Mari kita jaga PGRI sebagai kekuatan moral intelektual yang mengabdi untuk kepentingan terbaik anggota, anak didik terlebih bangsa kita,” serunya kepada para guru. (ISNU)

Sumber: Metrotvnews.com

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: