Dialog Menag dengan Siti binti Mian, Jamaah Haji Indonesia Tertua

Kamis, 08 September 2016

ISLAMNUSANTARA.COM, Mekkah – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berkunjung ke hotel tempat menginap Siti binti Mian, Rabu (7/9) di Burj Al Ihsan, Aziziah – Makkah. Suara Siti binti Mian masih demikian jelas saat menjawab pertanyaan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Jawaban yang spontan juga menandai pendengarannya masih berjalan normal.

“Namanya siapa?” tanya Menag dijawab tegas, Siti.

Apa kabar Nek? kata Menag. Nenek Siti menjawab, Baik. Alhamdulillah di sini makan enak dan minum enak, tuturnya. Sudah keliling Kabah berapa kali? kata Menag. Nenek Siti tegas menjawab, Sudah tapi nggak ngitungin kit amah. Sai sudah? tanya Menag lagi dan dijawab sudah. Cucunya berapa? tanya Menag lagi. Siti binti Mian menjawab, Banget banget cucu saya, ada 8.

Dialog dua orang beda generasi ini seakan tidak menggambarkan bahwa Siti binti Mian adalah jemaah haji Indonesia tertua dengan usia mencapai 101 tahun. Suara dan pendengarannya masih normal. Setiap pertanyaan Menag dijawabnya dengan logat Betawi yang kental.

Kepada Menag, Siti binti Mian menyampaikan harapannya agar dirinya, Menag, dan seluruh jemaah haji Indonesia tetap dalam keadaaan sehat. Semoga sehat semuanya yaa, ujar Siti binti Mian melangitkan harapan.

Wanita asal Cilandak, Jakarta Selatan itu tergabung dalam kloter Jakarta-Pondok Gede dan tiba di Arab Saudi pada Jumat 19 Agustus 2016 lalu. Sebelum beribadah di Makkah, dia sempat menjalani ibadah Arbain di Madinah.

Siti berangkat haji bersama anak lelakinya, Tanih, serta sang menantu, Tia. Ini adalah kesempatan hajinya yang pertama setelah menunggu bertahun-tahun.

“Ngelihat masih jelas, kuping masih denger. Jalan agak pelan. Berdiri juga masih bisa,” ujar Siti saat diwawancarai tim Media Center Haji Daker Madinah beberapa waktu lalu.

Walau berusia satu abad lebih, dia masih dalam kondisi prima. Gelang yang dipakainya berwarna hijau, artinya Siti tak termasuk dalam jemaah yang berisiko tinggi. Sepanjang waktu, dia tak henti-hentinya berzikir dan membaca Al Quran.

Siti kembali menjadi perbincangan saat pertemuan Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat dan anggota DPR dari tim pengawas haji. Ketika Arsyad menceritakan kisah Siti, banyak anggota DPR memberikan apresiasi. “Masya Allah, itu karena zikir dan baca Qurannya,” ucap salah seorang anggota Dewan.

Siti kini sedang bersiap menjalani wukuf di Arafah. Bersama keluarganya, dia akan berangkat ke Arafah pada 10 September mendatang lalu ke Muzdalifah dan melontar jumrah di Mina. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: