Direktur Wahid Foundation: Lebih dari 10 Juta Orang Potensial Bertindak Radikal

Jum’at, 17 Februari 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Depok – Penduduk Muslim di Indonesia telah mencapai 207 juta jiwa, dari total tersebut, diketahui mayoritas berpandangan moderat. Potensi intoleransi masih ada meski dalam jumlah yang tidak signifikan.

Hal itu disampaikan Direktur Wahid Foundation Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau biasa disapa Yenny Wahid saat menjadi pembicara dalam acara diskusi publik dalam rangka ulang tahun ke-49 FISIP UI di Auditorium Juwono Sudarsono Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (16/2).

Dalam forum bertajuk “Bhinneka Indonesia: Modal Sosial Bernegara” tersebut, putri kedua KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini memaparkan hasil survei Wahid Foundation tahun 2016 di 34 provinsi. Data 6yang dihimpun menunjukkan, sekitar 12 juta orang bersedia melakukan tindakan radikal bila ada kesempatan, dan 600 ribu orang mengaku pernah terlibat dalam radikalisme.

Namun, Yenny bersyukur kebanyakan umat Islam di Indonesia relatif toleran. Lewat video singkat dipaparkan bahwa 72 persen umat Islam yang menjadi responden menolak tindakan radikal, 88,37 persen mengakui kebebasan beragama dan berkeyakinan, dan 65,35 persen menilai negara harus melindungi keyakinan tersebut.

“Meski intoleransi di Indonesia trennya naik tapi kondisinya tak sampaibmencemaskan. Kenaikan kasus intokeransi dialami oleh hampir semua negara dan Indonesia relatif masih aman,” jelasnya.

Kata Yenny, bahkan Donald Trump pun mengeksploitasi isu agama dan ras untuk meraup dukungan kelompok konservatif Amerika Sweikat dalam meraih kursi presiden yang kini ia duduki. Secara sistematis isu-isu tersebut dikelola dengan kepentingan politik yang kental.

Yenny optimis potensi intoleransi di Indonesia masih bisa dicegah dengan penguatan nilai Pancasila dan keindonesiaan, gerakan nasional merawat kebinekaan, dan penegakkan hukum yang tegas terhadap pelaku intoleransi.

“Pancasila adalah formula ajaib untuk mengatasi tantangan kehidupan bangsa dan negara kita,” tururnya. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: