Ditangan Orang Alim Islam Itu Damai, Ditangan Orang Jahil Islam Itu Sulit

15 Maret 2016,

AUSTRALIA, ISLAMNUSANTARA.COM – Banyak yang mengeluh mengapa hidupnya terasa sulit. Mungkin karena kita sendiri sering bikin orang lain susah. gara-gara kita hidup mereka jadi susah. Cobalah permudah hidup orang lain….

Allah SWT berfirman: “… Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…” (al-Baqarah: 185)

“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (an-Nisa’: 28)

“… Allah tidak hendak menyulitkan kamu…” (al-Maidah: 6)

Islam sendiri merupakan agama yang mudah, bikin orang lain mudah dan tidak menghendaki kesukaran. Ini tujuh prinsip kemudahan yang terkandung dalam ajaran Islam:

  1. Adanya prinsip isqath, seperti gugurnya ibadah haji dalam keadaan tidak aman.
  2. Adanya prinsip naqsh, seperti bolehnya mengqashar shalat bagi musafir.
  3. Adanya prinsip ibdal, seperti bolehnya bertayamum dalam keadaan sakit atau tidak ada air.
  4. Adanya prinsip taqdim, seperti bolehnya jama’ taqdim.
  5. Adanya prinsip ta’khir, seperti bolehnya jama’ ta’khir.
  6. Adanya prinsip taghyir, seperti bolehnya merubah aturan shalat dalam keadaan sedang berperang.
  7. Adanya prinsip tarkhish, seperti bolehnya memakan bangkai dalam keadaan kelaparan dan tidak ada yang halal, bolehnya shalat dengan duduk bagi yang tidak mampu dengan berdiri, dengan berbaring bagi yang tidak mampu dengan duduk, dengan isyarat bagi yang tidak mampu selain dengan hal tersebut.

Selain tujuh hal di atas, Islam menerapkan aturannya dengan bertahap seraya mempertimbangkan kondisi dan situasi di mana dan kapan hukum itu akan diterapkan. Hal ini antara lain nampak dari contoh pensyariatan hukum khamr yang dilarang secara berangsur-angsur. Prinsip tadarruj ini kemudian diikuti oleh para ulama dalam melakukan siasat dakwah. Dengan prinsip tadarruj ini pula maka wali songo berhasil mengibarkan panji-panji Islam di kepulauan nusantara.

Nabi juga telah berpesan, ‘Diharamkan neraka untuk setiap orang yang santun, sopan, dan memudahkan serta dekat dengan manusia’ (HR Ahmad dan Tirmidzi).

“Agama ini mudah dan tidaklah seseorang memperberat agama ini kecuali ia akan kalah,” (HR Bukhari dan Nasai). Dalam shahih Bukhari disebutkan, “Rasulullah saw. mencintai yang meringankan bagi umatnya, “(HR Bukhari)

Siti ‘Aisyah berkata: “Rasulullah saw tidak diberi pilihan terhadap dua perkara kecuali dia mengambil yang paling mudah di antara keduanya selama hal itu tidak berdosa. Jika hal itu termasuk dosa maka ia adalah orang yang paling awal menjauhinya.” (HR Bukhari-Muslim)

Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya Allah menyukai bila keringanan yang diberikan oleh-Nya dilaksanakan, sebagaimana Dia membenci kemaksiatan kepada-Nya.” (HR Ahmad)

Rasulullah SAW pernah mengutus Abu Musa dan Mu’adz ke Yaman sambil memberikan wasiat kepada mereka: “Permudahlah dan jangan mempersulit; berilah sesuatu yang menggembirakan dan jangan membuat mereka lari; berbuatlah sesuatu yang baik.” (HR Bukhari-Muslim)

Nah, kawan….Islam sudah mudah, jadi tidak perlu lagi ada istilah: “dilarang mencari yang mudah-mudah dalam beragama” karena buat apa agama Islam ini memberi kemudahan kalau kita dilarang untuk menikmati kemudahan itu.

Di tangan orang alim, islam menjadi mudah.

Di tangan orang jahil, Islam menjadi sulit.

Islam saja telah membuat hidup kita menjadi mudah, masak kita tega sih membuat hidup orang lain jadi susah?

Selamat beraktivitas. Mari kita nikmati kemudahan yang telah Allah berikan, dan jangan sampai kita membuat susah hidup orang lain. Mudahkanlah hidup orang lain, insya Allah hidup kita pun akan terasa mudah. (ISNU)

Sumber: Akun Facebook Nadirsyah Hosen

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: