Ditanya soal Beragam Aliran, Begini Jawaban Kiai Baedlowie

Minggu, 12 Februari 2017

ISLAMNUSANTARA.COM – Berkembangnya berbagai macam aliran (firqah) di Indonesia memang tidak membludak di akhir dasa warsa ini. Justru pada awal abad 19, di antara sebab NU lahir adalah karena ada paham lain yang mulai berkembang di Arab Saudi saat itu.

Akan tetapi, pergolakan dan perkembangan aneka macam paham semakin hari semakin nampak lebar dan nyata di tengah masyarakat di Indonesia. Namun, anehnya kenapa kiai-kiai yang alim allamah di Indonesia tidak ada yang mengikuti paham tersebut.

Sebagai contoh, KH M. Hasyim Asy’ari, KH Kholil Bangkalan, KH Mahfudz Tremas, KH Khotib Sambas dan kiai-kiai lain yang justru mereka adalah lulusan dari Arab Saudi. Mereka masih berpegang teguh kepada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah.

Terkait hal itu, pernah suatu ketika KH Muhammad Shofi Al-Mubarok bertanya kepada ayahnya KH Ahmad Baedlowie Syamsuri yang juga salah seorang murid Syekh Muhammad Yasin bin Isa Al-Fadani.

“Pak, kelihatannya, aliran yang itu kan bagus toh, Pak? Kalau dilihat, mereka begitu menghidupkan sunnah?” tanya Gus Shofi

Kiai Baedlowie menjawab, “Bapak lebih memilih jalur-jalur yang sudah ditempuh para guru-guru Bapak, Simbah Kiai Muslih (Mranggen), Simbah Kiai Umar (Mangkuyudan), Mbah Arwani (Kudus). Bapak kok yakin kalau beliau-beliau itu ahli sorga semua”.

Lebih lanjut, Kiai Baedlowie menegaskan “Andai saja Mbah Muslih, Mbah Umar, Mbah Arwani itu kok tidak ahli sorga, saya ingin melihat, siapa lagi orang yang ahli sorga (di dunia ini)?”

Artinya, marilah kita mantapkan hati kita untuk selalu menapaki jalan yang sudah ditempuh oleh pendahulu kita.  Kita tidak perlu mengikuti ajaran-ajaran baru yang belum bisa dipertanggungjawabkan silsilah sanad dan sambungnya sampai Baginda Nabi Muhammad SAW. (ISNU)

Sumber : NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: