Duka Gus Mus Atas Meninggalnya KH Abdul Aziz Manshur

kh-abdul_aziz_mansyur-dan-jokowi-640x420

KH Abdul Aziz Mansyur bersama Presiden Joko Widodo – sumber: @Muhaiminlskandr

Kamis, 10 Desember 2015

REMBANG, ISLAMNUSANTARA.COM – Keluarga Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), kalangan NU, Pondok Pesantren (Ponpes) Tarbiyatun-Nasyiin, Dusun Paculgowang, Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek, Jombang berduka.

Ketua Dewan Syura DPP PKB, KH Abdul Aziz Manshur, meninggal dunia, Selasa (8/12/2015) dinihari. Abdul Aziz meninggal di Rumah Sakit Graha Marta, Surabaya, Jawa Timur.

Kepergian Abdul Aziz, membuat duka KH. Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus yang menjadi pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin, Rembang. Gus Mus mengatakan, usia almarhum Abdul Aziz Manshur tak jauh dari dirinya, bahkan hampir seumuran.

“Usianya kira-kira sepantaran denganku. Pernah sebentar akrab di Pesantren Lirboyo Kediri, sebelum aku pulang dan pindah ke Krapyak Yogja,” tulis KH. Ahmad Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus dalam akun Facebook pribadinya, Selasa (8/12).

 Menurut Gus Mus, selain ganteng, almarhum juga pintar dan lembut dalam mengajar dan bersikap. “Belakangan sering ketemu setelah menjadi tokoh ulama yang kiprahnya tidak terbatas sekitar pesantren. Terakhir menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro PKB,” tulisnya lagi.

“Hari ini aku kaget mendengar KH. Abdul Aziz Manshur, adik KH. Anwar Manshur Lirboyo itu wafat. Innã liLlãhi wainnã ilaiHi rãji’ün. Allahummaghfir lahu warhamhu wa’ãfihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzuulahu wa wassi’ madkhalahu waja’alil jannata matsaah… Al-Faatihah,” tutup KH. Ahmad Mustofa Bisri doakan kepergian almarhum.

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: