Era Milenial, Ulama Pun Perlu Melek Internet untuk Kawal Pancasila

Minggu, 26 November 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Temanggung – Era milenial seperti ini, dakwah harus berkonversi di internet. Hal itu disebabkan Indonesia saat ini membutuhkan orang alim sekaligus melek internet untuk mengawal dan mempemertahkan Pancasila.

Hal itu ditegaskan oleh Pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salafi Tegalrejo, Magelang, Jawas Tengah KH. Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) dalam seminar bertema Mempertahankan Nilai Pancasila di Era Milenial melalui Literasi, Sabtu, (25/11) di gedung Graha Bumi Phala Temanggung.

“Baru-baru ini kita dikejutkan dengan beberapa insiden besar yang langsung tersebar di luasnya dunia. Ini lah yang terjadi, bahwa teknologi menguasai dunia yang bisa bermanfaat dan memiliki madharat,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Gus Yusuf, kita dituntut untuk memilih dan memilah bagaimana tantangan ini datang.

Hari ini, katanya, tidak hanya butuh orang alim, namun kita juga butuh orang alim dan paham tentang situasi saat ini dan bisa menghadapi dengan cara-cara yang kekinian.

“Dakwah hari ini tidak cukup dengan door to door dan dalam mimbar. Tapi juga lewat teknologi internet. Kita boleh mengikuti arus zaman tapi jangan lupa kaki kita berpijak pada tanah air,” lanjut Gus Yusuf pada acara yang digelar Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) GRIP STAINU Temanggung.

Dalam konteks mempertahankan nilai-nilai Pancasila, katanya, ukhuwah wathaniah juga penting.

“Maka dari itu Pancasila adalah kado terbesar bangsa ini. Mempertahankan kesatuan lebih baik daripada melakukan perpecahan,” bebernya.

Menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa saat ini adalah keharusan.

“Dalam era ini, kebebasan memiliki batasan-batasan dan asal tidak melanggar ideologi atau syariat salah satunya,” tukasnya.

Gus Yusuf juga menjelaskan dalam menggunakan teknologi membutuhkan kecerdasan yang arif. Maka dari itu lah, literasi digital yang berkaitan dengan internet, siber, komputer, harus dikuasi santri, kiai dan umumnya mahasiswa dan Nahdliyin.

Selain ratusan peserta, hadir pula Ketua Umum LPM Grip Almaksirun, Ketua STAINU Temanggung Drs. H. Moh. Baehaqi, M.M., dan Kapolres Temanggung Maesa Soegriwo yang diwakilkan Wakapolres dan dosen serta civitas akademika STAINU Temanggung. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: