Gelar Pertemuan DEMA, Kemenag Ajak Mahasiswa Perangi Radikalisme dan Intoleransi

Senin, 30 Oktober 2017
ISLAMNUSANTARA.COM, Surabaya – Dalam rangka mengajak mahasiswa ikut serta mencegah radikalisme dan intoleransi, Kementerian Agama (Kemenag) menggelar pertemuan Dewan Ekskutif Mahasiswa (DEMA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) seluruh Indonesia di Surabaya. Pertemuan yang akan berlangsung tiga hari ini diikuti 77 pimpinan DEMA PTKI.

Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Syafriansyah menyampaikan rasa bangganya, karena berhadapan dengan mahasiswa sebagai orang-orang terpilih menjadi kader pemimpin bangsa. Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini mengatakan bahwa masyarakat sekarang menunggu kiprah para mahasiswa dalam ikut menyelesaikan problem social kekinian, mulai dari korupsi, radikalisme dan intoleransi, ujaran kebencian, hingga hoax.

“Saya ingin mengajak anda semua untuk menyamakan persepsi dan langkah mengatasi kegalauan masyarakat itu,” kata Syafri di Surabaya, Minggu (29/10).

Menurutnya, dari kelompok usia 19 – 25 tahun yang seharusnya melanjutkan studi pada perguruan tinggi, hanya 5juta saja yang bisa kuliah. Dari jumlah itu, hanya 900.000 yang memilih studi pada PTKIN, selebihnya di PTKIS. Sedangkan mahasiswa yang menjadi aktivis hanya 1 persen saja atau sekitar 9.000 orang. Dari 1 persen mahasiswa, anda lah yang menjadi presiden mahasiswa.

Syafriansyah mengapresiasi peran DEMA PTKI selama ini, yang telah ikut ambil bagian pada momen-momen penting aktivitas kemahasiswaan, seperti misalnya pada bulan April 2017 telah berperan mensuksesan Pekan Ilmiah Olahraga dan Riset (PIONIR) di UIN Ar Raniri Aceh. Pada bulan Agustus-September, mahasiswa juga sukses menyelenggarakan PBAK, dan pada tanggal 28 Oktober kemarin menggelar aksi kebangsaan mempringati peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober.

Kepala Seksi Kemahasiswaan Ruchman Basori menyampaikan, tujuan diselenggarakan Temu Dema PTKI se-Indonesia, yaitu meningkatkan kepedulian mahasiswa PTKI untuk mengatasi radikalisme dan intoleransi. Selain itu, para aktivis mahasiswa PTKI juga akan menyamakan gelombang dengan Kementrian Agama RI dalam melakukan perubahan paradigma, pemahaman akan arah kebijakan dan program, penataan kelembagaan, dan hal lain yang berkaitan pengembangan kemahasiswaan PTKI.

“Kegiatan ini akan menguatkan kerjasama sinergi antara DEMA PTKI dan dengan Kementerian Agama RI,” harap Ruchman.

Kegiatan Temu Dewan Eksekutif Mahasiswa se-Indonesia ini diselengarakan sampai 31 Oktober 2017 dengan menghadirkan Dirjen Pendidikan Islam Kamarudin Amin, Aktivis Mahasiswa Era 90-an Sastro Ngatawi, dan Dosen UNUSIA, Mantan Aktivis Pasca Reformasi dan Dosen IAIN Tulungagung M. Aziz Hakim, dan Ketua Forum Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Syamsul Rijal, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta Waryono. (ISNU)
Sumber: Kemenag

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: