GP Ansor Indramayu: Islam Nusantara Tidak Menghapus Budaya, Apalagi Tradisi

ketua-gp-ansor-indramayu-deklarasi-tolak-radikalisme

Ketua GP Ansor Indramayu, Miftahul Fattah menandatangani kesepakatan bersama menolak anarkisme dan terorisme – Foto: Fajanews

Senin, 25 Januari 2016

INDRAMAYU,SATUISLAM,COM – Islam Nusantara adalah Islam yang tidak memusuhi ataupun membumihanguskan budaya nenek moyang Bangsa Indonesia. Islam Nusantara, kata dia, justru budaya yang sudah terlebih dulu ada di Indonesia dilestarikan dengan menanamkan nilai-nilai Islam di dalamnya.

Hal itu dikatakan Ketua Terpilih Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Indramayu masa bakti 2015-2019, Miftahul Fattah saat menggelar deklarasi penolakan terhadap aksi radikalisme dan teroris, Minggu (24/1/2016).

“Seperti pendahulu kita yang menyebarkan Islam di Nusantara, penyebaran Islam tidak menghapus budaya, dan tidak memusuhi khasanah peradaban apalagi menyingkirkan tradisi yang sudah ada,” kata laki-laki yang akrab dipanggil Gus Mif.

Dia memandang, Islam Nusantara bukan berarti aliran atau mazhab baru dalam Islam, melainkan Islam yang menghargai budaya masyarakat Indonesia untuk menyatukan NKRI dalam satu kesatuan. Dia mengatakan,  apa yang sudah diperjuangkan para pendiri Nahdlatul Ulama (NU), maka sudah sepatutnya kader Ansor membela Tanah Air dan meneguhkan NKRI melalui Islam Nusantara.

“Terlebih saat ini banyak sekali gerakan-gerakan yang mengatasnamakan Islam tapi justru melenceng dari nilai-nilai keislaman,” imbuhnya.

Karena itu lanjut Gus Mif, kader Ansor wajib memerangi paham-paham radikal yang mengatasnamakan Islam. Untuk merealisasikan deklarasi penolakan radikalisme, pihaknya menyatakan siap menjalankan keutuhan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berlandasan Pancasila, menolak keras ajaran/aliran radikalisme atau faham ISIS atau kelompok yang merusak keutuhan dan keamanan NKRI.

“Kami siap menjadi garda terdepan dalam melawan segala bentuk ancaman yang berusaha merongrong keutuhan Pancasila dan kedaulatan NKRI,” ungkap Miftahul Fattah.

Tak hanya itu, GP Ansor berkomitmen menolak segala bentuk kekerasan dan terorisme dengan mengatasnamakan agama, menolak segala bentuk pemaksaan (kekerasan) terhadap pemahaman  agama, melawan segala bentuk teror yang hendak menganggu dan mengrongrong kedaulatan berbangsa dan bernegara, siap menjaga kerukunan umat beragama,serta menciptaan situasi dan kondisi yang kondusif.

“Islam adalah rahmatan lil alamin, tidak boleh mengkafirkan orang lain dan merasa diri paling Islam. Islam Nusantara adalah Islam yang toleran, menghormati pluralisme, dan setia kepada nasionalisme NKRI. Jadi sebagai kader muda NU, GP Ansor wajib menghalau paham yang merusak tatanan Bangsa Indonesia dengan menggelorakan Islam Nusantara,” paparnya.

Sementara Sekretaris GP Ansor Kabupaten Indramayu, Supriyadi SH I menilai, apa terjadi di Indonesia belakangan ini adalah PR GP Ansor ke depan untuk menekan gerakan dan organisasi radikalisme.

“Kami berharap kepada seluruh kader Ansor Indramayu untuk berjuang dan mempertahankan nilai-nilai Islam serta memegang teguh nilai-nilai NKRI sebagai harga mati,” ajaknya.

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: