GP Ansor Siap Dampingi Pemerintah Kawal Kedaulatan Pangan

Jum’at, 07 Oktober 2016

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Pemerintahan Jokowi telah menetapkan target pencapaian kedaulatan pangan dalam waktu 3 tahun, khususnya padi dan jagung. Dalam hal ini Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyatakan siap bersama pemerintah untuk mengawal jalanya program dalam mewujudkan kedaulatan pangan.

Koordinator Bidang Pertanian Pimpinan Pusat GP Ansor Akhmad Subkhan berpendapat, untuk mewujudkan kedaulatan pangan, konsep pembangunan pertanian harus dikembalikan sesuai dengan kodratnya. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi di depan para kepala daerah di Jakarta 4 Agustus lalu yang mengatakan daerah harus fokus mengelola potensinya secara tuntas dari hulu sampai hilir. Jangan ingin mengerjakan semuanya tetapi tidak ada yang tuntas.

“Ini maksudnya, program pengembangan komoditas pertanian harus berdasarkan keunggulan komparatif masing-masing daerah.  Misalnya Brebes unggul dengan Bawang Merah, harus fokus dari sebelum tanam sampai pemasaran bahkan bangun industri. Jangan program bawang dipaksakan tanam di daerah lain,” tegas Subkhan di Jakarta, Rabu (5/10), dalam siaran pers.

Ia menjelaskan pembangunan pertanian yang fokus dari hulu ke hilir dapat menyejahterakan petani. Sebab, petani tidak lagi menjual  komoditas pertanian dalam bentuk produk segar akan tetapi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing di pasaran.

“Selama ini kan petani hanya menjual hasil panen dengan harga murah. Padahal harga sudah dimonopoli  pelaku usaha nakal, negara tidak berdaya bahkan tidak hadir menentukan dan menjamin harga jual. Makanya harga selalu merosok saat panen, petani selalu miskin karena menanggung rugi,” jelasnya.

Selain itu, untuk mewujudkan kedaulatan pangan, lanjut Subkhan, pemerintah harus menggandeng elemen masyarakat yang mampu mengamankan jalannya program dan berani berhadapan dengan para korporasi atau pelaku usaha yang memiskinkan petani. Elemen masyarakat tersebut merupakan kalangan pemuda yang hidup di tengah pertanian dan masih menjunjung tinggi nilai-nilai kultural pertanian dan taat beragama.

“Contonya pemuda Ansor yang memiliki Barisan Ansor Serbaguna atau kita kenal dengan Banser. Pemuda Ansor hidup di semua daerah pertanian dan paham mengurus pertanian, baik secara kearifan lokal maupun teknologi,” ujarnya.

Menurut Subkhan, keterlibatan GP Ansor dapat menghidupkan dan menumbuhkan semangat gotong royong di masyarakat petani dan menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat petani yang selama ini mental dan akhlaknya rusak.

“Misalnya, masih banyak petani kita yang menyalahgunakan bantuan untuk kepentingan kelompok dan pribadi. Petani pun di kampung-kampung banyak yang habiskan waktu main judi dan minum alkohol lebih-lebih usai musim panen,”tuturnya.

Oleh karena itu, Subkhan berharap agar pemerintah dapat menggandeng pemuda sebagai garda terdepan dalam membangun pertanian yang sebenarnya. Pemerintah tidak boleh menjadikan pemuda sebagai variabel utama untuk menambah angka penggangguran.

“Apabila ini terjadi, maka Indonesia sebagai negara agraris yang pernah jaya di Kerajaan Majapahit akan menjadi negara yang  berprestasi dalam hal impor dan tinggi angka pengangguran,” pungkasnya. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: