Guru Besar UIN: Gemar Koreksi Keyakinan Orang Lain Merupakan Ciri Radikalisme

Jum’at 07 Oktober 2016

ISLAMNUSANTARA.COM, Bitung – Dalam rangka mencegah paham radikal-terorisme, Badan Nasional Penangguangan Terorisme (BNPT) lewat Forum Koordinasi Pencegahan Tetorisme Provinsi Sulawesi Utara menggandeng guru besar UIN  Sumatera Utara, Syahrin Harahap, dalam dialog lintas agama di Hotel Nalendra Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Acara tersebut diikuti oleh peserta berbagai latar belakang agama yang berbeda. Jumlah peserta sebanyak 140 orang yang terdiri dari tokoh-tokoh agama se-Sulawesi Utara.

Syahrin Harahap memaparkan ciri-ciri kelompok radikal-terorisme di hadapan ratusan peserta. “Ciri-ciri paham radikalisme adalah (pandangannya) sempit, fundamental, eksklusif, keras, dan selalu ingin mengoreksi paham orang lain,” katanya Rabu (5/10).

Menurutnya, para tokoh agama harus  mencegah timbulnya benih-benih paham radikalisme dalam agama masing-masing, agar kelompok pro kekerasan ini tidak dengan mudah memgklaim bahwa mereka berasal dari agama tertentu.

Syahrin juga menambahkan bahwa peran tokoh agama sangat penting dalam memghalau paham anti toleransi ini. “Tokoh agama harus mengenali ciri-ciri radikalime, untuk memotong penyebarannya,” sambung pengurus MUI ini.

Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 10.00 sampai dengan 16.00 sore. Sesi kedua menghadirkan tokoh agama dari Kristen dan Islam untuk menggalang partisipasi kedua agama dalam pencegahan paham radikalisme di Sulawesi Utara. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: