Gus Dur dan Dahsyatnya Sholawat Kepada Nabi Muhammad SAW

27 Februari 2016,

JAKARTA, ISLAMNUSANTARA.COM – Selagi masih ada sisa-sisa aroma Maulid. Yuk kita bongkar kembali khazanah keilmuan Islam tentang keistimewaan membaca sholawat atas Nabi Muhammad SAW, agar tetap tumbuh kecintaan kita kepadanya. Kali ini sebuah wejangan dari KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang patut kita renungkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bahwa Rosululloh Shallallahu `alaihi Wa Sallam bersabda:

 “Disaat aku tiba di langit di malam Isro’ Mi’roj, aku melihat satu malaikat memiliki 1000 tangan. Di setiap tangan ada 1000 jari, aku melihatnya menghitung jarinya satu persatu.

Aku bertanya kepada Jibril Alaihis Salam, pendampingku, ‘Siapa gerangan malaikat itu, dan apa tugasnya?.’ Jibril Alaihis Salam berkata, Sesungguhnya dia adalah malaikat yang diberi tugas untuk menghitung tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi. Rosululloh Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya kepada malaikat tadi,

‘Apakah kamu tahu berapa bilangan tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi sejak diciptakan Adam Alaihis Salam ?’.

Malaikat itupun berkata, ‘Wahai Rasulalloh Shallallahu `alaihi Wa Salam, demi yang telah mengutusmu dengan hak (kebenaran), sesungguhnya aku mengetahui semua jumlah tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi dari mulai diciptakan Adam Alaihis Salam sampai sekarang ini, begitu pula aku mengetahui jumlah tetetas yang turun ke laut, ke darat, ke hutan rimba, ke gunung-gunung, ke lembah-lembah, ke sungai-sungai, ke sawah-sawah dan ke tempat yang tidak diketahui manusia”.

Mendengar uraian malaikat tadi, Rasululloh Shallallahu `alaihi Wa Salam sangat takjub dan bangga atas kecerdasannya dalam menghitung tetesan air hujan. Kemudian malaikat tadi berkata kepada beliau: “Wahai Rasulalloh, walaupun aku memiliki seribu tangan dan sejuta jari dan diberikan kepandaian dan keulungan untuk menghitung tetesan air hujan yang yang turun dari langit ke bumi, tapi aku memiliki kekurangan dan kelemahan”. Rasulalloh Shallallahu `alaihi Wa Sallam pun bertanya, “Apa kekurangan dan kelemahan kamu?. Malaikat itupun menjawab, “kekurangan dan kelemahanku, wahai Rasulallah,

Jika umatmu berkumpul di satu tempat, mereka menyebut namamu lalu BERSHOLAWAT atasmu, pada saat itu aku tidak bisa menghitung berapa banyaknya pahala yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada mereka atas sholawat yang mereka ucapkan atas dirimu”.

“ Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)”. [HR an-Nasa’i (no. 1297), Ahmad (3/102 dan 261), Ibnu Hibban (no. 904) dan al-Hakim (no. 2018), dishahihkan oleh Ibnu Hibban, al-Hakim dan disepakati oleh adz-Dzahabi, juga oleh Ibnu hajar dalam “Fathul Baari”. (ISNU)

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: