Gus Ishom: Membela Ulama Bukan Berarti Harus Merusak Pihak Lain

Jum’at, 14 April 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Ahmad Ishomudin (Gus Ishom) mengatakan bahwa alasan membela ulama, membela agama, dan membela Allah tidak boleh digunakan untuk merusak pihak lain.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gus Ishom pada “Silaturahim Ustadzah Majelis Taklim An Nisaa NU se-DKI Jakarta” di Gedung Langen Palikrama Pegadaian, Jakarta Pusat, Kamis (13/4) sore.

“Orang teriak Allahu akbar lalu lemparkan batu. Apa jadinya Islam kalau modelnya begitu,” kata kiai yang disapa Gus Ishom pada kegiatan yang dihadiri sedikitnya 250 ustadzah.

Ia menegaskan semestinya seorang ustad/ustadzah mengajarkan kepada umat dengan pandangan kasih sayang, bukan dengan kebencian. Kasih sayang dan juga kelembutan telah dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Gus Ishom juga mengingatkan hadirin agar setiap akan menulis di akun media sosial dipikirkan apakah tulisan tersebut akan menyinggung pihak lain atau tidak, walaupun pihak lain tersebut adalah non-muslim.

“Non-muslim adalah saudara yang harus dihormati hak-haknya. Sehingga walaupun berbeda keyakinan, mereka memiliki hak seperti kita. Jangan menganggap non-muslim sebagai musuh,” kata Gus Ishom.

Ketua Panitia Ita Rahmawati mengungkapkan, silaturahim bertema “Satukan Langkah Membangun Negeri, Menjaga NKRI” diadakan untuk memberi pemahaman kepada para ustadzah agar menyampaikan informasi yang benar saat melakukan dakwah kepada jamaah, termasuk kaitannya dengan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang akan dihelat tidak lama lagi.

“Para ustadzah harus membantu menciptakan suasana yang kondusif, jangan saling menjelekkan. Mayoritas masyarakat Jakarta adalah kaum muslim, kalau sesama umat muslim ada perpecahan tentu akan merugikan umat muslim sendiri,” kata Ita.

Ia juga mengatakan dalam Pilkada DKI Jakarta putaran kedua nanti, masyarakat harus memilih sesuai dengan hati nurani.

“Pilihlah calon gubernur dan wakil gubernur sesuai hati nurani. Tidak usah takut dengan anggapan bahwa memilih gubernur non muslim akan masuk neraka. Karena urusan masuk syurga atau neraka adalah urusan manusia dengan Allah SWT,” pungkasnya. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: