Gus Mus: Dalam Islam, Berbuat Baik Tidak Mengenal Suku, Ras, Budaya Bahkan Agama

Rabu, 25 April 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Rembang – Di antara ajaran dalam setiap agama adalah kewajiban untuk berbuat baik kepada orang lain. Islam pun sejak awal mewajibkan kepada setiap umat Islam agar senantiasa berbuat baik terhadap orang lain, termasuk juga kepada umat agama lain. Berbuat baik dalam pandangan Islam tidak mengenal suku, bahasa, budaya dan bahkan agama, karena berbuat baik dalam pandangan Islam merupakan cerminan kedalaman agama seseorang.

Dalam salah satu ceramahnya di Youtube, Gus Mus menjelaskan anjuran Islam akan pentingnya berbuat baik kepada orang lain. Bagi seorang muslim, berbuat baik merupakan kewajiban yang harus senantiasa dilakukan sebagai bentuk ketaatan atas ajaran Islam itu sendiri. Jika seseorang berbuat baik kepada orang lain tanpa melihat identitas sosial maupun agamanya, maka itulah hakikat perbuatan baik sejati. Sebaliknya, jika perbuatan baik itu hanya ditujukan kepada kelompok tertentu, maka sejatinya ia belum melaksanakan hakekat berbuat baik itu sendiri.

“Kita berbaik-baik, tidak masalah kepada mereka yang tidak memerangi kita, tidak mengusir kita,” ujar Gus Mus.

Namun demikian, Gus Mus menambahkan, yang patut diperangi oleh umat Islam justru bukan umat agama di luar Islam, melainkan suatu bentuk kezaliman. Apabila ada pihak yang mengganggu keberagamaan kita, apalagi mengusir dan menjajah, apapun agamanya, maka tentu saja perilaku itu yang harus dilawan.

“Tapi kalau mereka memerangi kita, mengusir kita, menjajah kita, kita harus melawan,” tegasnya.

Kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Rembang tersebut menambahkan bahwa Islam di masa awal tidak pernah mempunyai misi memerangi umat agama lain. Peperangan hanya terjadi untuk mempertahankan diri dan melawan kedzoliman. Bahkan Islam mengutuk keras mereka yang tidak ikut berperang kemudian dibunuh, apalagi bagi kalangan perempuan dan anak-anak.

“Itu tidak boleh, yang tidak ikut perang terus dibunuh. Perempuan, anak-anak tidak bisa (dibunuh). Meskipun dia orang kafir, karena dia tidak ikut perang,” pungkasnya.  (ISNU)

Sumber: Islamramah

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: