Gus Mus: Indonesia Adalah Rumah Kita

Senin, 08 Agustus 2016,

ISLAMNUSANTARA.COM, KUDUS – Dalam Akun facebook Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) yang mengisahkan tentang peringatan seabad Madrasah Qudsiyyah yang didirikan oleh Almarhum walmaghfur lah KHR. Asnawi -tidak tanggung-tanggung- diperingati sepekan penuh dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Di samping dimeriahkan oleh Pelantun Shalawat kesohor, Habib Syeikh; juga oleh Budayawan kenamaan Emha Ainun Nadjib dan Kiai Kanjengnya yang membawakan Shalawat Asnawiyah. (Di antara bait-bait shalawat ciptaan Pendiri Qudsiyyah ini, ada doa khusus untuk Indonesia, “Amãn amãn amãn amãn :: biIndonesia Raya amãn”). (Baca juga: Gus Mus: Kalau Dengar Nama Islam Nusantara Ojo Kaget)

Di acara penutupan kemarin, aku diminta untuk mensarikan beberapa keteladan dari Simbah KHR. Asnawi. Aku memberikan beberapa di antaranya:

  1. Semangat mencari dan memperdalam ilmu, utamanya ilmu agama. Kiai Asnawi tidak hanya menuntut ilmu dari dalam negeri, tapi juga dari luar negeri, Mekkah. Tidak hanya menyerap ilmu dari satu dua ulama. (Baca juga: Wajah Islam Nusantara Menurut Prof Quraish Shihab dan Gus Mus)
  2. Meski beliau lama di Arab, beliau tidak sedikit pun kehilangan keIndonesiaannya. Mungkin bukan nasionalisme benar yang mendorong kecintaannya kepada tanah air; tapi sebagaimana tokoh-tokoh pendiri NU lainnya, pikirannya sederhana: Indonesia adalah tempat lahir, tempat bersujud, medan dakwah dan perjuangan, dst. Indonesia adalah Rumah kita. Oleh karena itu perlawanan kepada penjajah yang akan merusak Indonesia menurut beliau dkk adalah fardhu. (Baca juga: KH Aqil Siradj: Indonesia Beruntung Miliki Ulama Islam yang Nasionalis)
  3. Ruhud Dakwah, Semangat mengajak kepada kebaikan, ke jalan Allah. Almarhum tidak pernah menghakimi mereka yang belum dan sedang menuju ke jalan Allah; karena beliau paham betul firman Allah tentang Dakwah (Q. 16: 125) (Baca juga: Islam Nusantara Bukan Ajaran, Faham dan Madzhab)

Ada beberapa yang lain yang tidak aku sampaikan, karena aku merasa sudah terlalu lama berbicara dan khawatir orang bosan. (Waktu itu aku tidak ditunggui lagi oleh almarhumah istriku yang biasanya memberi kode bila bicaraku terlalu lama. :-D). (ISNU)

Sumber: Akun Facebook Ahmad Mustofa Bisri

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: