Gus Mus Sebut Semua yang Cinta NKRI Sebagai Santri

Sabtu, 04 November 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Temanggung – Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin Leteh, Rembang, KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) meminta warga Temanggung untuk bersikap sewajarnya atau tidak boleh berlebihan dalam hal apa pun.

“Jangan berlebihan, sikap berlebihan itu tidak bagus,” ucap Gus Mus saat memberikan tausiah dalam pengajian akbar menyambut Hari Jadi ke-183 Kabupaten Temanggung di Pendopo Pengayoman, Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (2/11) malam.

Mustasyar PBNU itu menegaskan apa pun jika berlebihan tidak baik. Misalnya makan dan minum berlebihan, bisa sakit. Berpakaian atau mengenakan perhiasan berlebihan, bisa dianggap orang tak waras. Suka atau benci berlebihan juga tidak bagus.

“Pokoknya yang wajar-wajar saja. Ibadah berlebihan juga tidak bagus. Misal, pejabat (Bupati, Camat atau Lurah) yang merupakan abdi masyarakat, warganya butuh ketemu untuk minta tanda tangan atau urusan administrasi, masak tidak ditemui gara-gara sedang ibadah,” ucap Gus Mus yang disambut gelak tawa ribuan jamaah yang hadir.

Gus Mus uga menekankan pentingnya menjaga Negara Kesatuan Republik (NKRI). Gus Mus menyebutkan, 22 Oktober lalu, kita baru saja memperingati Hari Santri Nasional (HSN) ke 3 tahun 2017.

“Siapa itu santri?” tanya Gus Mus

“Siapa pun yang masih cinta terhadap NKRI, dialah santri,” tegasnya. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: