Gus Mus: Segala Bentuk Penjajahan Harus Ditentang

Jum’at, 25 Agustus 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) menggelar acara Doa Untuk Palestina di Taman Ismail Mazuki, Kamis (24/8). Dalam acara tersebut dihadiri oleh deretan tokoh-tokoh nasional, terutama yang hadir dalam acara ini, adalah para budayawan. Mereka antara lain adalah Butet Kartaredjasa, Joko Pinurbo, Acep Zamzani Nomor, Taufiq Ismail, Zawawi Imron, Abdul Hadi WM, dan lain. Selain itu, yang dipastikan hadir adalah hadir juga ahli tafsir kondang Indonesia HM Quraish Shihab.

Membuka acara tersebut, Gus Mus menyebutkan, perjuangan Palestina untuk merdeka dari penjajahan begitu lama, sama seperti bangsa Indonesia.

“Mereka gigih sampai sekian lamanya. Sama seperti kita, mempertahankan kemerdekaan kita,” kata Gus Mus sebelum acara.

Gus Mus menuturkan awalnya hanya memberikan informasi akan membuat acara Doa Untuk Palestina. Namun kemudian, mereka menyambut baik informasi yang diberikan Gus Mus tersebut. Oleh sebab itu, Gus Mus menilai, kehadiran para tokoh tersebut menandakan kalau mereka memiliki satu rasa terhadap Palestina.

“Menandakan kalau kita merasa. Kita simpati kepada saudara kita yang perjuangannya sama dengan kita,” kata Gus Mus.

Adapun puisi yang akan dibaca adalah puisi-puisinya penyair Palestina.

Mengutip UUD Indonesia, Gus Mus tegas tegas mengatakan bahwa segala bentuk penjajahan harus ditentang.

“Sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan,” tutupnya. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: