Gus Muwafiq: yang Kami Tolak Itu Bendera HTI, Bukan Kalimat Tauhid

Minggu, 16 September 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah dibubarkan oleh pemerintah Indonesia karena ideologi HTI bertentangan dengan ideologi bangsa, yakni Pancasila. Gerakan HTI dianggap sebagai ancaman bangsa karena memperjuangkan sistem khilafah untuk mengganti dasar negara Indonesia. Meskipun demikian, ada sebagian orang yang salah paham dan enggan klarifikasi, bahwa seolah-olah menolak bendera HTI yang menggunakan kalimat tauhid sama halnya dengan menolak tauhid itu sendiri.

Menurut KH Ahmad Muwafiq, penolakan terhadap bendera HTI tidak berarti penolakan terhadap kalimat tauhid. Sebab kalimat tauhid dan bendera HTI yang menggunakan kalimat tauhid merupakan dua hal yang berbeda. Sebagai perumpamaan, kiai yang akrab disapa Gus Muwafiq itu mencontohkan tentang penolakan terhadap simbol organisasi Partai Komunis Indonesia (PKI).

Menurutnya, bendera PKI yang bergambar palu-arit yang ditolak oleh masyarakat Indonesia, tidak berarti masyarakat juga menolak palu dan arit itu sendiri. Masyarakat masih menggunakan palu sebagai alat pertukangan dan juga masih menggunakan arit sebagai alat di persawahan.

“Bendera palu-arit PKI kita tolak, tapi kalau palu tetap kita pake nukang, dan arit tetap kita pake ke sawah. Jadi penolakan terhadap bendera palu arit tidak berarti penolakan palu dan arit sebagai sebuah alat kerja,” kata Gus Muwafiq melalui keteranganya di dalam akun Ngaji Bareng Gus Muwafiq (12/9).

Begitu halnya dengan penolakan terhadap bendera HTI yang bertuliskan kalimat tauhid, tidak serta-merta berarti menolak kalimat tauhid. Kalimat tauhid tetap terpatri dalam jiwa dan keyakinan seorang Muslim karena dalam setiap melaksanakan ibadah, terutama ibadah wajib, setiap Muslim akan mengucapkan kalimat tauhid.

“Begitu juga bendera Hizbut Tahrir yang menggunakan lafal la ilaha illahllah kita tolak, karena menjadi identitas Hizbut Tahrir. Tetapi kalimat tauhid kita amalkan dalam shalat, tahlilan dan sebagainya. Jadi jangan diputar balik, ya!,” pungkasnya. (ISNU)

Sumber: Islamramah

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: