Gus Tutut: Anti Pancasila Lebih Berbahaya dari Komunis

Jum’at, 03 Juni 2016,

CIREBON, ISLAMNUSANTARA.COM – Isu PKI dan Komunis semakin hari semakin memanas di jagat NKRI, para kelompok Khilafah serang pemerintah dengan dua isu ini, namun menurut Ketua Umum PP Gerakan Pemuda Anshor Yaqut Cholil Qoumas menilai berkembangnya isu kebangkitan ideologi komunis di Indonesia dinilai sebagai pengalihan isu gerakan radikal dan anti-Pancasila.

Menurut Gus Tutut, panggilan Yaqut, ideologi komunis, yang di Indonesia digagas Partai Komunis Indonesia (PKI) sudah mati dan menjadi fosil. Negara-negara yang dijadikan rujukan pun, katanya, sudah tidak memberi ancaman.

“Uni Soviet sudah bubar, Tiongkok sekarang menjadi negara kapitalis,” ujar Tutut saat menghadiri apel kesetiaan Pancasila dan NKRI Banser di alun-alun Desa Palimanan Kabupaten Cirebon, Rabu (1/6/2016) sore.

Tutut justru mewaspadai gerakan radikal. Ia mengibaratkan gerakan anti-NKRI dan anti-Pancasila ini seperti anak remaja yang masih bisa berkembang menjadi lebih besar. “Bisa saja eksistensi NKRI jadi hilang,” ujarnya.

Tutut mencontohkan bom Bali hingga bom Thamrin merupakan bukti bahwa gerakan radikal ada dan berusaha menghancurkan Indonesia. Sehingga ia meminta masyarakat tak terkecoh dengan isu komunisme.

“Gerakan radikal, anti-NKRI dan anti-Pancasila lebih nyata dibandingkan dengan komunisme,” ujarnya.

Sebanyak 1,7 Juta anggota Barisan Anshor Serbaguna (Banser) seluruh Indonesia melaksanakan apel kesetiaan Pancasila dan NKRI di alun-alun Desa Palimanan Kabupaten Cirebon. Apel itu, kata Tutut untuk meneguhkan bahwa Pancasila merupakan alat pemersatu masyarakat.

“Pancasila tidak bertentangan dengan Islam. Jika ada yang mengatakan Pancasila adalah Toghut, maka dia belum belajar Islam dengan baik,” ujar Yaqut. Dalam acara tersebut ditandatangani deklarasi Cirebon yang berisi ikrar kesetiaan Pancasila dan NKRI. (ISNU/MetroTvNews)

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: