Gus Yakut: GP Ansor Siap Siaga Lawan Freeport

Kamis, 23 Februari 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Kekuatan badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU), Gerakan Pemuda Ansor miliki jutaan kader, Selain Rajin gelar rekrutmen anggota di seluruh daerah di Indonesia, juga memiliki pasukan khusus bernama Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Besarnya jumlah pasukan banser yang ada di seluruh Indonesia akan siap menjaga negaranya dari segala pengaruh buruk yang mengancam masa depan negerinya, termasuk siapkan diri berjihad melawan Freeport Indonesia yang kini keberadaannya secara terang-tengan sudah mengancam kedaulatan Negara.

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Yaqut Cholil Qoumas memberikan dukungannya secara penuh kepada pemerintah terkait upaya divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua. Bahkan, GP Ansor secara tegas meminta pemerintah, dalam hal ini Menteri ESDM Ignasius Jonan, agar tetap berani, konsisten dan teguh dalam menjalankan amanat konstitusi, serta tidak mudah tunduk pada desakan siapapun.

“GP Ansor mendukung sepenuhnya upaya pemerintah untuk menjalankan amanat konstitusi yang juga diakui secara sah dan meyakinkan oleh hukum internasional terkait penguasaan maupun pengelolaan bumi, air dan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” kata Gus Yaqut sapaan akrabnya saat di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Gus Yaqut menambahkan, pihaknya telah memerintahkan semua anggota maupun kader Ansor dan Banser untuk siaga satu komando dan siap membantu melakukan akuisisi, analisis dan artikulasi Big Data atas PTFI, dan melakukan rekayasa-rekayasa sosial bila dibutuhkan negara.

“Semua anggota dan kader sudah siaga satu dan siap membantu jika dibutuhkan negara, khususnya jika PTFI menempuh jalur arbitrase, di mana sebelumnya juga sudah melakukan pemecatan pegawai sebagai upaya menekan pemerintah sekaligus menunjukkan wajah asli kapitalisme korporasi asing yang hanya berorientasi memperoleh keuntungan semata di bumi Nusantara,” terangnya.

Gus Yaqut, yang juga anggota Komisi VI DPR RI ini, menilai bahwa PP No. 1/2017 sudah mencerminkan semangat penguasaan negara atas bumi, air dan kekayaan alam sebagaimana yang dikehendaki konstitusi. “Yang terkait bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, haruslah tunduk dan patuh pada aturan Pasal 33 ayat 3 UUD 1945, agar dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” tegasnya.

Menurut Gus Yaqut, PP No. 1/2017 yang merujuk pada Pasal 169 dan Pasal 170 jo. Pasal 103 ayat (1) UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) soal kewajiban pemegang kontrak karya yang sudah berproduksi untuk melakukan pemurnian selambat-lambatnya lima tahun sejak UU Minerba tersebut diundangkan, atau selambat-lambatnya tanggal 12 Januari 2014 sudah tepat.

“Ini untuk meningkatkan dan mengoptimalkan nilai tambah dari produk, tersedianya bahan baku industri, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan penerimaan negara,” jelas Gus Yaqut.

Gus Yaqut juga mendesak Menteri ESDM Ignasius Jonan agar tetap berani, sesuai amanat konstitusi seperti tegas dinyatakan PP No. 1/2017, termasuk tidak mudah tunduk pada desakan dari PTFI maupun pihak-pihak di belakang PTFI.

“GP Ansor siap untuk bekerjasama dengan seluruh elemen bangsa untuk memastikan pelaksanaan penerapan PP No. 1/2017 terhadap PTFI berjalan dengan baik, dengan secara khusus mempertimbangkan aspek lingkungan, hak asasi manusia, maupun perikehidupan yang layak, khususnya bagi saudara-saudara kita di Papua,” ungkapnya seperti yang ditulis merdeka.com, Senin (20/2) lalu. (ISNU)

Sumber: Perisainusantara

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: