Gus Yaqut Cholil: GP Ansor Tidak Boleh Takut Kepada Kelompok Anti NKRI

Selasa, 04 April 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Tulungagung – Kader Ansor tidak boleh takut kepada kelompok-kelompok radikal, memaksakan paham, dan kelompok anti-Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Demikian itu permintaan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qaumas (Gus Tutut) saat memberikan pengarahan kepada peserta Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Dosen Muda Tingkat Nasional, Ahad (2/3), di Tulungagung, Jawa Timur.

Gus Tutut merasa heran dan prihatin dengan adanya sekelompok orang yang hidup dan dibesarkan dalam bumi Indonesia, tetapi pada saat yang sama ingin menghancurkannya.

“Saya meyakini ketika kiai-kiai mendirikan Nahdlatul Ulama tujuannya adalah untuk mendirikan Indonesia. Ketika ada orang yang ingin merubuhkan Indonesia, kita tidak peduli siapa pun harus kita lawan,” tandas Yaqut.

Setiap kali negara menghadapi masalah maka Ansor tampil di depan dan itu telah dicatat dalam sejarah bangsa tentang komitmen Ansor, katanya.

Menurut Gus Tutut, ancaman terdekat Negara Indonesia adalah liberalism-neobliberalisme dan radikalisme. Posisi Ansor berada di tengah-tengah dan kita mempunyai alat yang terbatas. Tentu merasa sulit di tengah-tengah aparat gamang dan kerap tidak hadir menghalau ancaman kebangsaan ini.

Baginya, NU didirikan untuk Indonesia dan bukan sekadar untuk mengembangkan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Kalau hanya menjaga Aswaja, Hadratussyekh Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri tidak perlu repot-repot mendirikan jam’iyyah ini, cukup digarap di pesantren-pesantren.

Ditegaskan oleh Gus Tutut, membubarkan kelompok anti-Pancasila dan NKRI tidak perlu mencari alasan, karena alasannya sudah sangat jelas. “Kita ini menjaga warisan ulama kita yaitu bumi Indonesia. Jadi kalau HTI mengatakan, Indonesia adalah negara toghut berarti mereka telah menghina warisan para ulama yang telah dibangun dengan susah payah,” tambahnya.

Kegiatan PKL Khusus Dosen Muda Tingkat Nasional digelar selama 4 hari, 30 Maret sampai dengan 2 April 2017 di IAIN Tulungagung. Hadir sebagai narasumber dan instruktur Agus Zainal Arifin, Dekan Teknologi Informasi ITS Surabaya, Maftukhin (Rektor IAIN Tulungagung), Adnan Anwar (Instruktur PBNU), KH Abdul Ghafur Maemoen (Katib PBNU), Gus Ahmad Nadzif dan Gus Najib Bukhori (Dewan Instruktur PP GP Ansor), dan segenap fungsionaris PP Ansor lainnya.

Sementara itu Adung Abdul Rochman, Sekjen PP Gerakan Pemuda Ansor menyatakan, alumni PKL yang berasal dari dosen berbagai perguruan tinggi se-Indonesia ini harus menyediakan dirinya menjadi rujukan masyarakat dalam soal keagamaan, kemasyarakatan dan kebangsaan yang moderat dan mencerdaskan.

Adung berharap mereka harus menjadi pelopor dari talking majority atau mayoritas yang menyuarakan bukan silent majority atau mayoritas yang diam. (ISNU)
Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: