Habib Lutfi Bin Yahya: Filosofi Penting di Balik Gebyar Maulid Nabi SAW

Selasa, 23 Agustus 2016,

ISLAMNUSANTARA.COM, PEKALONGAN – “Salah satu ciri menghargai diri sendiri adalah dengan menghargai orang lain. Manakala seseorang tidak menghargai orang lain maka dia tidak menghargai diri sendiri. Seseorang yang ingin didengarkan apa yang disampaikannya kepada orang lain maka dia harus bisa mendengarkan apa yang orang lain ingin sampaikan. Tapi manakala ia tidak bisa mendengarkan apa yang orang lain sampaikan jangan berharap orang mau mendengarkan apa yang ia sampaikan.” Tutur Maulana Habib Luthfi tadi malam (22/08) di Desa Cerih Jatinegara Tegal. (Baca juga: 21 Wejangan Habib Lutfi bin Yahya Tentang Pancasila dan Nasionalisme)

Dalam acara Gebyar Maulid Nabi SAW. tersebut Habib Luthfi bin Yahya juga menyampaikan pentingnya saling menghargai dimana yang muda bisa menghormati yang tua ,yang tua bisa menyayangi yang muda, bisa menghargai para pemimpin dan kiai sehingga harkat dan martabat bisa terangkat dengan sendirinya.

Gebyar Maulid adalah ungkapan terimakasih kita kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Lalu sudah sejauh mana terimakasih kita kepada beliau Kanjeng Nabi SAW? Karena beliau SAW lah kita bisa menjadi Muslim yang mengenal al-Quran, tidak menjadi anak-anak yang haram karena kedua orang tua kita adalah Muslim. (Baca juga: Video Ceramah Habib Lutfi bin Yahya: Cintai Kanjeng Nabi dan Keluarga Perkuat Persatuan)

Terimakasih kita kepada orang tua kita yang telah membesarkan kita. Yang mana orang tua kita mampu melawan rasa dingin karena semenjak Shubuh dia harus pergi ke sawah. Yang dilihat dalam matanya tidak ingin melihat anak dan istrinya tidak makan. Atau yang di perkotaan dia harus menerjang panas dan terik panasnya matahari padahal ia belum makan. Hal itu dilakukannya demi anak-anak mereka agar tetap bisa makan, bersekolah dan mondok.

Lalu bagaimana lagi terimakasih kita kepada guru-guru kita yang telah mendidik kita? Lebih-lebih kepada para pendiri Bangsa yang telah mengorbankan segenap tumpah darahnya untuk Indonesia. Untuk itu generasi penerus harus bisa menghargai diri sendiri dengan begitu menghargai orang lain. Harus bisa berterimakasih, harus bisa menjawab tantangan zaman dan tantangan Bangsa. (ISNU).

Sumber: Akun Facebook Habib Muhammad Luthfi bin Yahya

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: