Habib Lutfi: Islam Itu Kaya, Santri Jangan Hanya Belajar Halal-Haram Saja

Rabu, 11 Mei 2016,

GROBOGAN,  ISLAMNUSANTARA.COM –  Khzanah keilmuan Islam amatlah kaya, tidak hanya sebatas ilmu yang berkaitan dengan agama semata. Mempelajari ilmu fiqih dan ilmu kalam memang sebuah keniscayaan bagi umat Islam, termasuk kalangan santri. Namun, santri harus pula aktif menggali keilmuan lain yang juga bersumber dari kitab suci.

“Belajar halal haram itu pokok, belajar sifat wajib-jaiz (Allah) itu kewajiban. Namun (santri) harus belajar kandungan Al-Qur’an yang juga berisi ilmu astronomi, antariksa, sebagaimana yang tersebut dalam surat Al-Qur’an,” jelas Habib Luthfi bin Hasyim bin Yahya dalam acara Maulid  Nabi Muhammad SAW di Latak, Godong, Grobogan, Jawa Tengah, Senin (9/5).

Ketua Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman) Nahdlatul Ulama ini memberi alasan masyarakat Indonesia tertinggal karena kurang mempelajari perkembangan. “Islam itu kaya, namun ustadz dengan ustadz saling diam, habaib dengan habaib tidak akur. Bahasannya (yang dibahas) pilkada 5 tahunan terus. Kalau tidak itu, kita ribut talqin, tahlil, maulud, manaqib terus,” katanya.

Selain mencontohkan beberapa ayat Al-Qur’an yang membahas tentang ilmu alam, falak dan beberapa sudut ilmu lain, Habib Luthfi juga mengisahkan tentang Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Ia berkisah bahwa Nabi Muhammad menjalani perjalanan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha.

“Kenapa Masjidil Aqsha? Karena di Masjidil Aqsha banyak sejarah para nabi terdahulu yang ada di sana. Ini menunjukkan bahwa Nabi diajari Allah untuk mempelajari sejarah,” paparnya.

Oleh karena itu, imbuhnya, supaya masyarakat Indonesia tidak kehilangan obor, semua warga harus menghargai para pendahulu. “Merdeka itu tidak gratis, Pancasila itu gagasan para ulama. Enak saja mau membubarkan, tidak berjuang apa-apa, tapi inginnya membubarkan,” tuturnya.

Di hadapan ribuan pengunjung yang hadir, dengan gelora semangat yang menggebu Habib Luthfi berpesan bahwa NKRI harga mati. Namun untuk membelanya masyarakat diimbau untuk tidak sampai main hakim sendiri. (IslamNusantara/nu-online)

One Response

  1. elfan16 Mei 2016 at 8:37 amReply

    SANTRI HARUS MEMEAHAMI SEJARAH BANGSANYA!

    YEL YANG TEPAT ITU: NKRI, YES – KHILAFAH, NO

    Kalau kita baca sejarah bangsa ini, maka yang membawa kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) setelah menjadi Negara Federal, ya Partai Islam, MASYUMI dengan MOSI INTEGRAL-NYA 3 April 1950 membawa kembali ke NKRI denga dukungan semua partai.

    http://www.islamnusantara.com/pancasila-yes-khilafah-no/

    Jadi andil terbesar bagi bangsa dan negara ini adalah dari partai Islam Masyumi walaupun ujungnya Masyumi menjadi partai yang dikorban oleh tangan penguasa saat itu. Berarti adalah kurang tepat yel sbb.: Pancasila, Yes – Khilafah, No.

    http://www.islamnusantara.com/pancasila-yes-khilafah-no/

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: