Habib Lutfi: Kenapa Bangsa Kita Mudah Dipecah Belah? Ini Jawabannya

Kamis, 28 Juli 2016,

ISLAMNUSANTARA.COM, PEKALONGAN – Habib lutfi bin Yahya adalah seorang ulama keturunan Arab (Habib) yang seringkali mengajak bangsa dan Negara untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan dengan cara bela Negara dan jaga nasionalisme. Karena saat ini banyak sekali kelompok-kelompok ekstrimis dan radikal dalam melakukan siasat liciknya dengan cara memecah belah antar agama, suku dan Ras, oleh karena itu amatlah penting sebagai pijakan dalam menjaga NKRI dengan cara Bela Negara dan Nasionalisme, jika kelompok itu anti nasionalisme dapat dipastikan dia adalah bagian dari pemakar NKRI. Inilah salah satu resep dari Habib Lutfi tentang untuk melawan kelompok yang memecah belah bangsa.

Dalam acara malam ta’aruf, Selasa (26/7) di Gedung Khanzus Shalawat Pekalongan sebelum pembukaan Konferensi Internasional Ulama Thariqah bertajuk Bela Negara, Rais Aam Jam’iyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya menjelaskan membela negara harus dilakukan oleh seluruh elemen bangsa. (Baca juga: Habib Lutfi: Awas Jangan Cob-coba Permainkan Indonesia Negara Para Wali)

Sebab hal itu adalah modal memperkuat bangsa dan negara dari keterpecahbelahan. Ulama sekaligus Mursyid Thariqah ini juga secara tegas menyampaikan penyebab sebuah bangsa mudah dipecah belah. Hal ini dia sampaikan di hadapan para ulama thariqah internasional nasional yang hadir dalam malam ta’aruf tersebut.

Menurutnya, penyebab sebuah bangsa mudah dipecah belah yaitu karena ruh dari bangsa tersebut sudah melentur. Karena sudah melentur, bangsa tersebut tidak mempunyai pijakan kokoh dalam memahami identitasnya sendiri sehingga mudah diprovokasi.

“Saya sedikit mempelajari bahwa mudahnya sebuah bangsa dipecah belah karena ruh bangsa tersebut sudah luntur,” tegas Habib Luthfi. (Baca juga: Gus Mus: Nabi Tak Pernah Ikutkan ‘Nafsunya’ Dalam Bela Agama)

Dia menjelaskan kepada seluruh ulama dan masyarakat yang hadir bahwa pemuda tetap memiliki peran penting dalam memperkokoh bangsa dan negara. Sebab itu para pemuda Indonesia harus memahami akan bangsa dan negaranya dengan wawasan kebangsaan secara menyeluruh.

“Jika para pemuda sudah tumbuh akan kecintaannya kepada bangsa dan negara, maka bangsa ini tidak akan mudah dipecah belah,” tutur Habib Lutfi bin Yahya. (Baca juga: Habib Lutfi Yahya: Paham Agama Tapi Tak Paham Ikhtilaf itu Sebuah Rahmat)

Selain sekitat 65 ulama mancanegara dan Menhan Riyamizard Riyacudu yang hadir, terlihat juga ulama nasional seperti KH Maimoen Zubair, KH Saifuddin Amsir, KH. Soleh Qasim Sidoarjo, KH. Ali Mas’adi Mojokerto, Habib Zain bin Smith Jakarta, dan KH Abdul Jalil Wonosobo. (ISNU)

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: