Habib Lutfi Yahya: Paham Agama Tapi Tak Paham Ikhtilaf itu Sebuah Rahmat

09 Maret 2016.

JAKARTA, ISLAMNUSANTARA.COM – Mujtahid Mustaqil (sendiri/independen) yang kita kenal di antaranya adalah Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Syafi’i, dan Imam Hanbali. Kesimpulan istinbath (melahirkan hukum fiqih) mereka secara kebetulan disesuaikan keberadaan dan kondisi masing-masing.

Imam Hanafi, misalnya, kebetulan menerima hadits yang sesuai daerah beliau berada yang memiliki tiga/empat musim. Demikian pula Imam Maliki. Namun kondisi Imam Syafi’i berbeda, yang hanya menjangkau daerah dengan dua musim.

Imam Hanafi menetapkan rukun membasuh rambut sekadar ukuran ubun-ubun (qadr al-nashiyah). Imam Malik, rukun membasuh rambut harus seluruhnya. Sedangkan Imam Syafi’i tidak: cukup sehelai.

Perbedaan sah mereka berbeda, namun standar minimal yang tidak berubah di antara mereka adalah: kedudukan rambut sebagai obyek rukun yang harus dibasuh/diusap.

Inilah ikhtilaf (perbedaan) yang membawa rahmat. Rahmat bersifat menguntungkan bagi manusia. Bukankah Baginda Nabi diutus untuk menjadi rahmat pula?

Di masa sekarang, malah banyak yang ikhtilaf namun tidak kunjung mendatangkan rahmat. Kiai sibuk bertengkar dengan habib. Habib tak mau kalah ribut dengan kiai. Padahal mereka semua tahu agama, padahal mereka memiliki Nabi yang sama: Baginda Muhammad SAW.

Bagaiman bisa orang yang sudah belajar agama, ketika berbeda (ikhtilaf) malah tidak mendatangkan rahmat? Na’udzubillah min dzalik. (ISNU)

Sumber: Akun Facebook FP Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: