Habib Lutfi Yahya: Pawai Merah Putih Ini Sebagai Bukti NKRI Harga Mati

Selasa, 26 Juli 2016,

ISLAMNUSANTARA.COM, PEKALONGAN – Kirab merah putih yang digelar panitia Konferensi Internasional Ulama Thariqah berlangsung Senin (25/7) menyusuri jalan protokol Kota Pekalongan diikuti tidak kurang dari 90 kontingen terdiri dari para pelajar, TNI, Polri, Satpol PP, Banser, kelompok masyarakat, wiraswasta dan kalangan perguruan tinggi.

NKRI Harus Dijaga

Ribuan masyarakat berbodong bondong dari berbagai wilayah hadir dan menyaksikan pawai yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat. Pawai merah putih merupakan kegiatan praacara konferensi yang secara resmi akan dibuka Rabu besok di Gedung Juned Pekalongan.

Habib Luthfi selaku penggagas acara pawai kepada wartawan mengatakan, pawai ini sebagai bukti dan dukungan kepada pemerintah bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati. “Tidak ada kata lain kecuali NKRI haga mati titik,” ujar Habib Luthfi usai menyaksikan pawai. (Baca juga: Video Ceramah Habib Lutfi bin Yahya: Cintai Kanjeng Nabi dan Keluarga Perkuat Persatuan)

Sementara itu, kesiapan tempat pembukaan acara baik di gedung Juned maupun di Hotel Santika Pekalongan telah mencapai 100 persen, tamu-tamu undangan baik untuk peserta konferensi nasional dan internasional sudah mulai berdatangan.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana KH Mirza Hasbullah, kegiatan konferensi akan dibagi di dua tempat, yakni untuk konferensi nasional yang diikuti 1.500 ulama thariqah dari berbagai daerah di Indonesia akan berlangsung di Gedung Juned, sedangkan konferensi internasional ulama thariqah diikuti 300 peserta dari 40 negara akan berlangsung di Hotel Santika.

Dikatakan, kegiatan yang digagas Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) akan berlangsung selama 3 hari mulai Rabu sampai Jumat (27-29 Juli) dengan pokok bahasan utama masalah bela negara.

Dikatakan Mirza, akan banyak tema yang dibahas, terutama berkaitan dengan bela negara. Tema tersebut di antaranya tentang pandangan Islam terkait peran militer dan kepolisian dalam bela negara. Kemudian, peran umara’ dalam melindungi Tanah Air. Selain itu, peserta konferensi juga akan membahas cara membendung pemikiran dan gerakan ekstremisme takfiri. Isu persatuan dan resolusi konflik antarumat Islam juga akan dibahas. “Meluruskan makna jihad fi sabilillah,” kata Hasbullah menambahkan.

Lebih lanjut dikatakan, membangun persatuan antara Muslim dan non-Muslim masuk dalam pembahasan. Termasuk peran ulama membangun sumber daya manusia (SDM). Di samping itu, strategi kerja sama antar negara Islam pun tidak luput dari tema pembicaraan. Tujuannya untuk menciptakan perdamaian dunia. (Baca juga: Konferensi Ulama Internasional Luruskan Makna Jihad dan Cinta Tanah Air)

Dari kegiatan konferensi internasional tersebut akan menghasilkan rekomendasi untuk dapat diaplikasikan di negara para delegasi dan yang lebih utama dapat menumbuhkan dan menguatkan semangat bela negara di masyarakat. (ISNU)

Simber: NU.or.id

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: