Habib Umar bin Hafidz: Seorang Da’i Harusnya Jadi Penebar Kedamaian dan Persatuan

Jum’at, 18 Mei 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Salah satu ulama kharismatik asal Tarim, Yaman, Habib Umar Al Hafiz mengingatkan kepada para pendakwah agar menyampaikan materi yang tidak mengandung unsur fitnah maupun memecah belah kerukunan. Ia menekankan agar menyampaikan dakwah yang mengandung nilai-niali kedamaian dan persatuan umat.

Habib Umar mengkisahkan, Nabi Muhammad SAW sangat berduka ketika melihat gambaran orang-orang yang diperlihatkan oleh Allah yang disiksa dengan digunting lidahnya menggunakan gunting api yang sangat panas. Peristiwa itu tidak hanya sekali namun berulang-ulang kali.

“Salah satu pemandangan yang dilihat Rasulullah SAW ialah dilihatnya sekelompok kaum yang digunting lidahnya dengan gunting api neraka setiap digunting bentuk lidah mereka kembali seperti semula (hingga berulang-ulang kali),” ungkap pengasuh Ma’had Darul Musthofa tersebut dalam suatu ceramahnya.

Habib yang dikenal dengan kealimannya itu menjelaskan perihal sebab umat Nabi digunting lidahnya tersebut. menurut Habib Umar, dai yang setiap dakwahnya memprovokasi umat untuk membenci dan mendengki kepada orang lain adalah termasuk dai penebar fitnah, dan ganjaran yang didapatkan kelak di akhirat adalah seperti yang tadi digambarkan oleh Nabi Muhammad, yaitu dipotong lidahnya menggunakan gunting api yang sangat panas.

“Mereka adalah para penceramah yang kerap menebar fitnah dari umatku, mereka berceramah namun suka menebar fitnah, mereka berceramah namun menjerumuskan manusia ke dalam kebencian dan kedengkian, mereka berceramah namun menyebabkan manusia saling bertikai dan berperang, mereka berceramah namun menjerumuskan manusia untuk saling mencaci bahkan kepada sesama muslim mereka merendahkan kehormatannya. Itulah para penceramah menebar fitnah,” terang Habib Umar.

Apa yang disampaikan Habib Umar mengandung pesan agar para dai senantiasa berhati-hati dalam menyampaikan dakwah. Dakwah yang berisi caci maki dan fitnah, sudah seyogyanya dihindari, karena konsekuensi hukumnya sangat berat kelak di akhirat. Karena itu, berdakwah harus dengan isi yang menyejukkan dan memberikan inspirasi kepada umat untuk senantiasa berbuat kebaikan dan tolong menolong. (ISNU)

Sumber: Islamramah

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: