Hasil Rakernas MUI Tegaskan Siap Menduniakan Fikiran Islam Moderat

Jum’at, 01 Desember 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Bogor – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ketiga yang dilaksanakan di Bogor Jawa Barat selama 3tiga hari, 28-30 November 2017. Rakernas tersebut melahirkan langkah-langkah strategis dan rekomendasi yang menjadi salah satu bentuk khidmah serta ikhtiar organisasi yang merupakan payung besar umat Islam di Indonesia.

Pada Rakernas yang mengangkat tema besar Meneguhkan Peran MUI dalam Menerapkan Islam Wasathiyah dan Arus Baru Ekonomi Indonesia, MUI terus dengan istiqamah akan menyebarkan konsep Islam wasathiyah ke seluruh penjuru dunia.

“Tidak hanya dalam tataran konsep Islam wasathiyah saja, tapi juga wasiyatan (keberlangsungan) fikratan (pemikiran) waharakatan (pergerakan),” demikian dikatakan Ketua Umum MUI Provinsi Lampung KH. Khairuddin Tahmid yang merupakan salah satu peserta Rakernas tersebut.

Sebagai puncak dari cita-cita mengglobalkan Islam wasathiyah ke seluruh dunia ini, lanjutnya, akan diselenggarakan Konferensi Dunia Islam dalam Menyebarkan Islam Wasathiyah, serta ditindaklanjuti dengan pembentukan Majelis Ulama di berbagai negara.

“Dalam waktu dekat siap membentuk Majelis Ulama di Negara Afganistan,” katanya dihubungi via telepon, Rabu (29/11).

Selain itu pada Rakernas yang dihadiri oleh Pengurus MUI Pusat dan 34 MUI Provinsi di Indonesia ini disepakati juga langkah untuk memberikan sertifikasi kepada para dai Islam wasathiyah melalui akademi dakwah.

“Langkah ini menjawab tantangan dakwah di era modern sekaligus menata kegiatan dakwah secara menyeluruh baik pada dainya maupun umatnya. Sehingga dakwah akan semakin berkualitas dan mencerdaskan umat serta membawa umat kepada jalan kebaikan dan ketakwaan di tengah arus informasi yang tak terbendung saat ini,” katanya.

Bidang Ekonomi Keumatan juga menjadi perhatian pada Rakernas kali ini dengan menginisiasi terbangunnya arus ekonomi baru Indonesia.

“MUI memberikan penguatan ekonomi bottom up (dari bawah ke atas),  bukan top down (dari atas ke bawah) dan juga pentingnya dilakukan retribusi aset serta reformasi agraria,” tambah ulama yang juga Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung ini.

Oleh karena itu, lanjutnya, MUI terus melakukan penguatan dan peran dalam rangka mengemban amanah dan tanggung jawab kepada ummat.

“Ada tiga tanggung jawab yang diemban MUI yakni masuliyah diniyah (tanggung jawab terhadap masalah keagamaan),  masuliyah ummatiyah, (tanggung jawab terhadap masalah keumatan)  dan masuliyah wathaniyah (tanggung jawab terhadap masalah kebangsaan),” pungkasnya.(ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: